jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Surabaya (JurnalPagi) – Wali Kota Surabaya Eri Kehiadi menilai selebrasi syukuran para pemain timnas Maroko usai mengalahkan timnas Spanyol 3-0 lewat adu penalti di Piala Dunia 2022 di Stadion Kota Pendidikan, El. -Ryan, Qatar, Selasa (6/12).

Chak Eri, sapaan akrab Eri Kahiyadi, dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Rabu, mengatakan, “Shukar Sujud mengandung makna penting bahwa kesuksesan tidak dapat dicapai tanpa perkenanan dan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa.”

Terkenal, Maroko menang 3-0 melalui adu penalti melawan Spanyol, yang berakhir imbang 0-0 setelah perpanjangan waktu. Kemenangan bersejarah ini tak lepas dari kekalahan beruntun tiga eksekutor Spanyol dalam adu penalti.

Usai kemenangan melawan Spanyol, pemain Maroko Ashraf Hakimi memisahkan teman-temannya yang sedang merayakan kemenangan melawan Spanyol dengan gembira. Begitu dia melihat ibunya di tribun, dia berlari ke tepi jalan, memanjat pagar pembatas, dan menciumnya dengan hormat. Fotonya viral dimana-mana.

Maroko masuk perempat final dengan menyingkirkan Spanyol lewat adu penalti

Hakimi lahir di keluarga pekerja. Ayahnya adalah seorang penjual koran dan ibunya adalah seorang tukang cuci dan pembersih. Beliau memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa harapan sebuah bangsa bisa datang dari mana saja dan siapa saja.

Selain festival Hakimi, festival Maroko lainnya yang menarik adalah Sajdah Shekar. Dunia mengenal selebrasi Sajdah Shukar pertama kali dari Mohamed Salah dan Sadio Mane di Liverpool. Keduanya juga berasal dari Afrika. Salah dari Mesir dan Mane dari Senegal.

Menurut Cak Eri, tidak ada keberhasilan tanpa pertolongan Allah SWT. Orang berdoa dan berharap, tentu saja, Tuhan yang memutuskan.

“Keyakinan ini tentu berlaku untuk semua pemeluk agama,” ujarnya.

Portugal tantang Maroko dengan mengalahkan Swiss 6-1 di babak perempat final.
Koresponden: Abdul Hakim
Editor: Teguh Handoko