jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 22, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Departemen Kedokteran Jiwa (KSM) Rumah Sakit Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Prof. dokter. dokter. Tjhin Wiguna, SpKJ(K) mengatakan, orang tua hendaknya membekali anak dengan kemampuan melindungi diri serta mengetahui kelebihan dan kekurangannya agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial.

Lanjutnya: Yang terpenting bagi segala usia adalah anak harus belajar melindungi dirinya sendiri, maka dari kecil kita harus mendidik anak untuk menghargai diri sendiri, mengetahui kelemahan dan kelebihannya, serta mendukungnya agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial. lingkungan. Lebih baik,” kata Tjhin dalam diskusi online yang dilanjutkan di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, orang tua sebaiknya membantu anaknya untuk lebih proaktif berbicara dengan guru atau orang tua jika teman di sekolah sedang merasa kesal. Berbicara langsung dengan teman yang melakukan bullying juga bisa menjadi salah satu cara untuk membela diri, agar pelaku merasa bahwa anak tersebut kuat dan bisa melindungi dirinya sendiri.

Orang Tua dan Guru Diminta Peka dan Cegah Bullying di Sekolah

Tjhin mengatakan, perundungan bisa terjadi di mana saja, baik di sekolah maupun di lingkungan pendidikan. Seringkali anak-anak masih menjadi korban bullying karena tidak berani berbicara dengan orang dewasa atau orang yang lebih berkuasa di lingkungannya, atau menjadi korban ancaman dari pelaku.

Anak yang sering menjadi korban bullying biasanya adalah anak yang lebih penakut, kurang berinisiatif, dan selalu fokus pada omongan orang lain sehingga menjadi sasaran ancaman pelaku.

“Padahal rasa takut itu tidak rasional, makanya dia harusnya berani sendiri, berani melindungi dirinya sendiri. Kalau tidak angkat bicara, orang tidak akan sadar kalau dirinya sedang di-bully,” ujarnya.

Bullying bisa bersifat fisik, verbal, atau emosional, seperti menghina nama orang tua atau memukul korban hingga terjatuh. Kejadian yang berulang-ulang dan menimbulkan kesusahan membuat anak menjadi korban bullying oleh orang yang mempunyai kekuasaan lebih.

Mensos Khawatir dengan Meningkatnya Kasus Anak Depresi Akibat Bullying

Lingkungan sekolah dan keluarga harus menjadi tempat di mana anak-anak merasa aman dan didukung

Tejin juga mengatakan bahwa anak-anak yang memiliki keberanian untuk mengurus diri sendiri dan melawan perundungan akan menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu, dan orang tua harus mengajari anak-anak proses damai dan tidak membekali anak dengan sikap adu jotos karena tidak menyelesaikan masalah. .

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini mengatakan, anak-anak harus diajari proses perdamaian dan pihak yang lebih tua harus bisa membimbing korban dan pelaku untuk belajar menghargai temannya.

Maka yang kita ajarkan untuk menjaga diri adalah sikap berdialog dengan pihak-pihak yang bisa memfasilitasinya, dalam artian kita menginginkan proses yang damai dengan perkembangan korban dan perkembangan pelaku kriminal, tentunya bagi korban harus kita hargai. Angkat ego mereka dan besarkan mereka. Tejin berkata: Pembela dan pelaku harus belajar menghormati orang lain.

Beliau mengatakan: Orang tua hendaknya selalu mewaspadai terjadinya perundungan di sekolah dan lingkungan anak-anaknya agar dapat melahirkan generasi yang lebih baik dari generasi sebelumnya.

WVI: Orang tua harus ditanamkan rasa cinta untuk mencegah perundungan

Koresponden: Fitrah Asy’ari
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024