jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Pelatih kepala timnas Qatar Marquez Lopez mengatakan strategi permainannya adalah menyerang dengan menempatkan pemain cepat seperti Hammam Ahmed, Youssef Abdrisaq, Akram Afif, dan Moez Ali sukses menghancurkan lini pertahanan Iran.

Pada babak semifinal yang digelar Rabu (2/7) di Stadion Al-Thuma Al-Rayyan, timnas Qatar berhasil mengalahkan Iran dengan skor 3-2.

Kami mencoba bermain dengan kecepatan tinggi dalam menyerang. “Kami menempatkan empat pemain dalam serangan yang kami tahu cepat,” kata Lopez dalam laporan AFC, Kamis.

Kami mencoba mencari ruang di belakang pertahanan Iran. Kami sukses dan keberuntungan menyertai kami hari ini. Dia melanjutkan: Hari ini kami akan merayakan kemenangan ini dan besok kami akan mulai mempersiapkan pertandingan final.

Timnas Qatar akan menghadapi Yordania di final setelah menang 3-2 melawan Iran

Kemenangan ini membuat Qatar bisa bermain di laga puncak Piala Asia dua kali berturut-turut setelah menang pada 2019.

Pada laga final Sabtu (10/2) pukul 22:00 WIB di Lusail Stadium, Qatar akan menghadapi tim pertama yang lolos ke final, Jordan, yang menyingkirkan perkasa Korea Selatan 2-0 di laga semifinal.

Pertandingannya sangat rumit tapi kami memainkan permainan yang hebat, para pemain tidak menyia-nyiakan usaha apa pun. Lopez berkata: Sekarang kami memiliki satu langkah terakhir lagi untuk mempertahankan gelar kami.

Lopez yang dua kali berturut-turut membawa Maroon ke final Asian Nations Cup tak lupa memberikan penghormatan kepada dua pelatih sebelumnya, Felix Sanchez dan Carlos Queiroz.

Ya, saya mengambil alih tim beberapa waktu lalu, tapi yang sangat membantu saya adalah saya sudah mengenal para pemain dengan sangat baik. “Saya sangat menghormati semua rekan saya, saya menghormati Carlos dan Felix yang ada di sini sebelum saya dan melakukan pekerjaan luar biasa,” kata Lopez.

Saya mengambil alih jabatan tersebut (pelatih kepala Qatar) pada 24 Desember 2023. Saya mempunyai filosofi dan metode saya sendiri tetapi saya tidak bisa mengatakan itu kesuksesan saya, saya hanya seseorang yang mencoba menerapkan cara saya sendiri dengan pemain untuk mencapai kesuksesan. Hasil terbaik,” tutupnya.

Qhalenoui menyesalkan kegagalan Iran memanfaatkan peluang melawan Qatar

Koresponden: Zaro Azza Siachenyar
Redaktur: Hernavan Vahiodono
Hak Cipta © JurnalPagi 2024