Ini Teknik Ekstrem Potong Rambut Kuno ala Tiongkok

Dizaman sekarang yang serbah canggih semua pekerjaan seperti disulap menjadi lebih cepat karena dibantu oleh para mesin – mesin pintar. Kalau dahulunya butuh waktu berjam – jam sekarang bisa dihitung dengan hitungan menit. Tapi walau bagaimanapun majunya zaman sekarang tetap saja masih ada yang mengunakan cara tradisional karena dirasa lebih nyaman jika dilakukan dengan cara seperti itu dan mungkin faktor tradisi suatu tempat.

Wang Weibu adalah salah satu dari beberapa penata rambut Cina yang tersisa yang masih menggunakan teknik kuno bernama ‘Dahoujia’.

Teknik agak ekstrim ini menggunakan penjepit terbuat dari logam yang dipanaskan untuk membakar rambut, bukannya memotong! Tentu saja dia masih membutuhkan sebuah sisir untuk membantu merapikan rambut.

Weibu, 72 tahun, mulai memanaskan penjepit khusus dalam api sampai kemerahan dan mendinginkannya sebentar ke dalam air.

Dia kemudian menggunakannya untuk memotong rambut sesuai panjang yang diinginkan. Setelah itu dia merapikan rambut dengan logam panas di seluruh rambut yang tersisa.

Teknik ini agak membingungkan, lagi pula siapa yang ingin berjalan-jalan dengan kepala rambut hangus?. Tapi hasilnya mengejutkan, rambut pelanggan Weibu terlihat rapi dan kadang agak sedikit keriting kecil di ujung-ujung rambut yang bisa bertahan hingga tiga bulan.

Dahoujia dulu cukup populer di Cina hingga tergusur dari dunia ‘fashion’ di tahun 1980-an.

“Ini bukan hanya masalah kekurangan penata rambut Dahoujia, tapi juga karena banyak pelanggan yang sudah tidak tertarik dipotong rambutnya dengan teknik ini,” kata Weibu

Kendati permintaan rendah, Weibo mengatakan bisnis Dahoujia cukup bagus pada saat ini. Di kedai cukur rambutnya di Jinshi, Provinsi Sichuan, pelanggan terlihat menikmati rambutnya dipotong menggunakan teknik Dahoujia.

Karena sekali rambut mereka ditata menggunakan teknik tersebut, bentuknya akan bertahan untuk jangka waktu yang panjang tanpa harus menggunakan bahan kimia apapun.

Satu-satunya kelemahan teknik ini, menurut Weibo, adalah bau terbakar rambut, tapi banyak dari kliennya tidak terganggu oleh itu. “Bisnis saya cukup baik,” kata dia meyakinkan. Walaupun terlihat kuno tetap saja masih ada orang yang memotong rambut disana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015 Frontier Theme