MENGANGKAT POTENSI LOKAL, SATUAN LANTAS POSO WAJIB PAKAI CINCIN BATU AKIK

Batu akik memang ibarat virus yang cepat sekali menular dan terjangkit dari satu orang ke orang lain. Orang yang tidak menyukai cincin batu akik pun kini ikut menyukainya. Awalnya hanya mendengar, melihat dengan cara menyenter-nyenter batu lalu kelama-lamaan virus tersebut mulai menyebar.

Seperti satuan lantas yang ada di Poso Sulawesi Tengah kini mereka semua terjangkit virus batu akik. Apalagi mereka diharuskan memakai batu akik tersebut termasuk saat sedang bertugas. Menurut Kasat Lantas Polres Poso, AKP Alfian Joan Komaling, dengan kebijakan tersebut ia berharap dapat membantu meningkatkan perekonomian para perajin batu akik di Poso.

Atas kebijakan tersebut para perajin batu pun ikut merasa senang dan terbukti hasil jualannya meningkat tajam. Dia mengaku peminat batu akik disini kini memang semakin banyak mungkin pengaruh dari kebijakan kasat lantas itu juga karena banyak para polisi tersebut membeli batu akik ke mereka.

“Kalau dulu biasa-biasa saja, ya sekarang Alhamdulillah,” aku pedagang akik Haji Ramli.

Hal serupa juga disampaikan oleh penjual batu akik lainnya di Poso, mereka mengucapkan terima kasih kepada Kasat Lantas Polres Poso yang telah memberi kebijakan ini dan dia berharap hal ini bisa di contoh oleh instansi-instansi lainnya.

AKP Alfian Joan Komaling mengatakan selain mengikuti tren, mengenakan akik merupakan salah satu wujud membantu usaha para perajin batu “Kami menerapkan kewajiban ini semata-mata untuk mendukung perajin batu akik dalam mencari nafkah,”

Cara seperti ini memang bukti dari kecintaan satuan Lantas kepada potensi daerah mereka. Memang batu akik itu banyak jenisnya dan orang tidak menyukai satu jenis saja. Oleh karena itu batu asli dari daerah Poso ini harus di kenalkan agar orang juga tahu bahwa Poso juga memiliki potensi batu akik.

Harapan Kasat Lantas Poso juga tentu ingin meningkatkan taraf perekonomian warganya, selama lagi musim demam batu akik seperti ini harus dimanfaatkan sekali bagi para penjual batu akik, namun harapan itu tetap sebanding dengan dengan menjaga lingkungan alam, jangan sampai gara-gara berburu batu akik, alam dirusak begitu saja.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons