MENGENAL BATU AKIK FIRE OPAL DI INDONESIA

Jauh hari sebelum batu akik booming seperti sekarang ini, sebenarnya sudah banyak yang mengoleksi beragam batu akik di Indonesia. Namun masyarakat masih belum banyak mengenal batu akik Fire Opal yang sungguh memiliki warna dan corak yang luar biasa terang benderang seperti api.
Batu akik yang bernama fire oval ini adalah batu akik yang sangat sulit pembuatannya sehingga jarang-jarang ditemui oleh pengrajin maupun pembeli. Bagi pengrajin, salah sedikit saja bisa mengakibatkan kerugian karena model batunya getas atau mudah patah, tapi keindahannya luar biasa.
Ada sedikit cerita mengenai batu akik fire opal ini. Kisahnya bermula pada saat Panembahan Senopati sedang melakukan kegiatan zikir dengan menggunakan tasbeh kesukaannya di pinggir Sendang Dlepih. Secara tak sengaja, tasbehnya jatuh dan ikatan talinya lepas, butiran tasbeh yang digunakan wirida pun berserakan di sekitar Sungai Bengawan Solo.

Saat ini, butiran-butiran tasbeh itu menjadi lahirnya batu mulia yang bantak bertebaran di daerah pegunungan Wonogiri. Dalam bahasa Jawa, “TESBEH”, kepanjangan dari “Netes Kabeh (Menetes Semua). Dan maknanya adalah netes kabeh yaitu telah lahir semuanya. Butiran batu Tesbeh yang dahulunya dipakai Panembahan Senopati untuk bermunajad kepada Tuhan, berzikir kepada Sang Khalik, saat terputus dan terjatuh berserakan di sungai, kini beralih wujud menjadikan batu mulia tumbuh di daerah Wonogiri.

Batu akik fire opal sebelumnya tidaklah begitu terkenal. Namun sekarang banyak diburu oleh para kolektor batu akik. Kemungkinan besar selain keindahan batunya juga karena ada rasa penasaran seperti apa sih bentuk batu warisan dari Panembahan Senopati ini. Fire opal dijual ada yang berwarna merah, kuning dan sebagainya. Yang paling mahal adalah yang berwarna kemerahan yang harga jualnya hanya mampu dibeli oleh yang berkantong tebal saja. Yang berwarna kuning ini yang agak murah harganya. Harga batu yang kecil bernilai sekitar 500 ribuan.

Di daerah Wonogiri  tepat dibukit Manggal di tebing yang nyaris berkemiringan 90 derajat ini para penambang secara tradisional dan pengamanan apapun melakukan penggalian urat batu fire opal. Tak setiap hari mereka bisa menemu batu fire opal yang diburu. Terasa cukup sulit untuk mendapat batu mewah ini karena terjalnya dinding-dingding batu, mereka pemburu batu akik ini harus bertaruh nyawa untuk mendapatkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons