Masyarakat Baduy bebas menggunakan hak politiknya pada pemilu 2024

Labak (JurnalPagi) –

Masyarakat Baduy yang mendiami wilayah dengan hak ulayat di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, bebas menggunakan hak politiknya pada pemilihan umum (Pemilo) 2024.

“Kami berharap seluruh masyarakat adat dapat menggunakan hak politiknya,” kata tokoh adat Badui yang merupakan Kepala Desa Kankes, Kecamatan Luvidamar, Jaro Saija, Kabupaten Lebak, Jaro Saija itu, saat perayaan Seba di Pendopo Pemerintah Lebak. , Jumat (Jumat). Berpartisipasi.” 28/4) malam.

Masyarakat Baduy bebas menggunakan hak politiknya pada Pemilu 2024, karena tidak ada larangan dari lembaga adat.

Orang primitif boleh ikut Partai Demokrat karena mereka bertanggung jawab memilih pemimpin yang berkualitas dan handal.

Untuk itu, masyarakat Baduy benar-benar lega di tahun politik 2024, karena tidak ada larangan adat untuk memilih pasangan calon presiden/wakil presiden, calon anggota DPR, DPRD provinsi, kabupaten/kota dan calon pilkada. anggota DPD

Dia menjelaskan: “Kami berharap pemilu 2024 akan diadakan tanpa kontroversi.

Menurutnya, meski suku Baduy di kawasan Pegunungan Kandang masih kuat melawan hukum lembaga adat.

Namun, mereka wajib menyelenggarakan pemilu dengan sukses dan memilih pemimpin berdasarkan hati nurani rakyat.

Jaro Saidi mengatakan, karena pesta demokrasi ini merupakan bagian dari kecintaan terhadap Indonesia.

“Kami persilahkan warga Baduy yang ada di DPT untuk datang ke TPS. Untuk pilihannya tergantung hati nurani masing-masing,” ujar Jaro Saija.

Menurut Saija, masyarakat Baduy sudah lama menggelar pemilu, namun pemilu ini digelar dengan perwakilan adat yang hadir di Dewan Islam.

Ia mengatakan, sebenarnya para tokoh adat Baduy melarang mereka mengikuti pemilu karena takut menimbulkan perpecahan, salah satunya karena jika calon tidak terpilih pasti akan menimbulkan sakit hati.

Dengan cara ini, orang Badui setuju untuk berpartisipasi dalam kandidat yang menang atau kalah, kata Saija.

Ia mengatakan, pihaknya berharap KPU dan Pemprov Libek lebih banyak melakukan sosialisasi terkait Pilkada 2024, karena waktu tersisa satu tahun semakin sedikit.

Selama ini masyarakat Baduy mengikuti pemilu dengan syarat tidak ada dakwah atau atribut partai di bidang hak ulayat tanah Badui.

Dia berkata: Kami mendukung pemilu yang damai dan adil karena wajib memilih calon pemimpin bangsa ini.

Sementara itu, Encep Supriyatna, anggota KPU Kabupaten Lebak mengatakan, masyarakat Baduy akan ikut serta dalam Pesta Demokrasi 2024.

Ia mengatakan: “Kami mensosialisasikan pemilu di wilayah Badui agar mereka paham dan memilih dengan benar.

Pengkhotbah: Monsieur Suriana
Editor: Nooral Auliya Badar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *