jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 24, 2024

Keluarga menemukan perahu motor almarhum bergerak di laut. Ikan umpan busuk dan telepon genggam ditemukan di perahu motor korban

Banda Aceh (JurnalPagi) – Tim SAR gabungan menghentikan pencarian nelayan asal Kabupaten Pedi, Provinsi Aceh yang hilang di perairan Selat Malaka, yang belum ditemukan setelah empat hari beroperasi.

“Berdasarkan hasil asesmen tim SAR gabungan dan konsultasi dengan keluarga korban, pencarian terus dilakukan di bawah pengawasan,” kata Direktur Pelabuhan Aceh Besarnas, Dushanbe, Aceh, Ibnu Haris al-Hussein.

Dia menjelaskan, penghentian pencarian itu berdasarkan penilaian setelah pencarian korban hingga empat hari tanpa hasil.

Ibnu Haris mengatakan, korban adalah Salamuddin (35 tahun), warga Gampung (desa) Krung, Kecamatan Bati, Kabupaten Pidi, Aceh.

Ia menjelaskan, korban melaut pada Rabu (21/12) 2022 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Korban melaut di perairan Selat Malaka dan masuk ke Kabupaten Pidie dengan jarak sekitar 30 mil laut.

Namun diketahui korban tidak pulang selama dua hari. Kemudian keluarga mencari korban menggunakan perahu nelayan lain.

Dia berkata: “Keluarga memperhatikan bahwa perahu motor almarhum bergerak di laut. Mereka menemukan ikan busuk dan telepon genggam di perahu motor almarhum.”

Dia berkata: “Berdasarkan laporan keluarga, Besarnes telah mengirim tim pencarian.” Penggeledahan melibatkan Polri, TNI dan SAR lainnya serta elemen masyarakat.

“Penggeledahan dilakukan hingga radius 15 mil laut dari titik ditemukannya perahu motor korban. Hasil pencarian nihil hingga hari keempat, sehingga dilakukan pencarian korban dalam observasi,” kata Ibnu. Haris al-Hussein

Hilangnya Dua Nelayan Asal Aceh di Selat Malaka

Nelayan Pidi yang hilang selama delapan hari disambut dengan rasa kembali.

Nelayan Aceh Timur Ditemukan Selamat Usai Hilang di Selat Malaka

Nelayan Pedi yang Hilang di Perairan Selat Malaka Belum Ditemukan

Koresponden : M . Wakil Harris Agustus
Editor: Andy Johari