LEPASKAN DIRI DARI JERAT PREMIUM SUBSIDI

Lepaskan diri dari jerat premium subsidi, mungkin itulah bahasa kiasan untuk menyimpulkan apa yang dikatakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik.

Pembatasan BBM Subsidi

Hal ini menyikapi keputusan pemerintah dalam melakukan pengendalian BBM. Pemerintah membatasi penjualan bahan bakar minyak bersubsidi untuk solar dan Premium. Waktu penjualan solar di sejumlah pompa bensin juga dibatasi mulai dari pagi hinga sore hari. Adapun Premium tak lagi dijual di sejumlah tempat peristirahatan atau rest area di jalan tol.

Menteri ESDM Jero Wacik memaparkan, kebijakan tersebut tidak mendapatkan protes dari para pengguna. Hal itu dia buktikan saat secara langsung memonitoring pengendalian BBM tersebut dengan mengunjungi rest area.

Tapi ternyata kebijakan ini mengakibatkan sejumlah dampak. Pantauan Tempo, pengguna Tol Jagorawi mengantre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU luar jalan bebas hambatan pada Rabu, 6 Agustus 2014. Sedangkan SPBU rest area sepi dari aktivitas pengisian BBM.

Jero Wajik mengatakan “Laporan Pertamina menyebutkan ada masyarakat yang menolak mengisi Pertamax di SPBU area jalan tol dan lebih memilih mengisi bahan bakar di Bogor atau Bandung di luar area jalan tol,” ujarnya.

Antrean panjang kendaraan yang akan mengisi Premium terlihat di SPBU 34-16712 Jalan Sentul-Kandang Roda, Cibinong, Kabupaten Bogor. Empat mesin pengisi BBM jenis Premium tidak berhenti melayani pembeli. Bahkan, mesin khusus untuk sepeda motor juga dibuka untuk kendaraan roda empat.

Menurut Jero, pengendalian distribusi solar subsidi memang akan memicu kenaikan ongkos angkutan umum. “Pasti ada kenaikan ongkos, tapi saya pikir wajar.

Menurut Jero, rencana pengendalian BBM tersebut dilakukan untuk menghemat cadangan minyak. Seperti diketahui, kuota BBM bersubsidi telah dikurangi dari 48 juta kiloliter (kl) menjadi 46 juta kl.
“Sekarang kalau tidak dikendalikan nanti habis November. Kita kan target 1,3 juta kl, karena yang semestinya 48 juta kl jadi 46 juta kl. Kalau tidak diapa-apakan jadi 47 juta kl,”jelasnya.

“Nanti mau pakai apa bahan bakar angkutan umum itu,” katanya.

pembatasan BBM

MASYARAKAT SERBU SOLAR

Kebijakan pembatasan penjualan solar bersubsidi membuat terjadinya panic buying di sejumlah SPBU di Ngawi, Jawa timur. Antrean pembelian solar terjadi baik oleh kendaraan bermotor maupun oleh jeriken-jeriken milik para petani.

antrean kendaraan bermotor berbahan bakar solar mengular hingga ke jalan raya. Sementara antrean jeriken mengular di area SPBU. Upaya pemberlakuan kebijakan pembatasan jam penjualan BBM bersubsidi di SPBU khususnya solar dari jam 08.00 hingga jam 18.00 di telan mentah-mentah oleh masyarakat. Akibatnya banyak warga baik petani maupun pemilik kendaraan berbahan bakar solar antre karena khawatir terkena harga mahal di luar jam tersebut.(economy.okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons