jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Untuk itu, sangat penting menerapkan pola makan yang benar berdasarkan pedoman gizi seimbang, termasuk memaksimalkan kebutuhan zat besi.

Jakarta (JurnalPagi) – Empat hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan susu sebagai sumber zat besi pada anak, karena permasalahan gizi masih mendera anak Indonesia, kata ahli gizi klinis Javalita Surapasari.

Menurutnya, kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab terjadinya anemia, dan 1 dari setiap 3 anak Indonesia di bawah usia lima tahun mengalami anemia.

Untuk itu, sangat penting menerapkan pola makan yang benar berdasarkan pedoman gizi seimbang, termasuk memaksimalkan kebutuhan zat besi. Dalam keterangan yang diterimanya di Jakarta, Senin, ia mengatakan, penyediaan zat besi dapat dilakukan dengan menyiapkan makanan dan minuman yang mengandung protein hewani kaya zat besi, seperti daging sapi, hati ayam, dan susu.

Lanjutnya, Terkait pemberian susu sebaiknya memperhatikan empat hal, pertama memperhatikan label informasi gizinya. Katanya: Pilihlah susu yang kandungan nutrisinya lebih lengkap seperti zat besi, vitamin C, DHA dibandingkan minyak ikan.

Keluarga Diimbau Memperhatikan Penyediaan Kebutuhan Protein Hewani Anaknya

Kedua, periksa kandungan nutrisi pendukung kemampuan kognitif anak, seperti kandungan minyak ikan, DHA, omega-3, omega-6.

Ketiga, pastikan anak Anda diberikan susu dengan kandungan zat besi yang sesuai dengan kebutuhan Anda agar penyerapannya optimal dan pencegahan anemia.

Ia mencontohkan, Defisiensi zat besi atau defisiensi zat besi dapat menjadi salah satu penyebab stagnasi pada anak, yang tentunya dapat menimbulkan dampak negatif permanen, terutama pada perkembangan kognitif anak.

Keempat, sebaiknya orang tua menyiapkan susu pertumbuhan sesuai usia anak. Ia mengatakan, Susu pertumbuhan memiliki kombinasi makronutrien dan mikronutrien dan biasanya diperkaya dengan vitamin, mineral, termasuk zat besi, omega-3 dan omega-6, serta DHA yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak. menjadi

Waktu terbaik anak minum susu adalah malam hari

Jurnal Kedokteran Indonesia menyebutkan bahwa konsumsi susu pertumbuhan lebih dari 300 ml per hari dikaitkan dengan penurunan kejadian perawakan pendek.

“Jadi harus diingat bahwa tidak semua susu itu sama. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memilih susu yang mengandung nutrisi lengkap untuk mendukung tumbuh kembang anak,” kata Jualita.

Lanjutnya, bagi anak di bawah 6 bulan, pastikan pemberian ASI eksklusif diberikan dengan ASI karena ASI adalah yang terbaik. Sedangkan untuk anak di atas enam bulan, pastikan pemberian ASI dilengkapi dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas.

Dikatakannya, Sementara itu, bagi anak di atas satu tahun, selain memberikan susu sebagai pelengkap gizi anak dan memperhatikan empat hal tersebut, juga harus mendidik anak tentang konsumsi makanan sehat dan bergizi yang sesuai. untuk pola makan seimbang agar anak bisa makan sehari-hari bisa dilakukan dengan baik.

Konsumsi susu segar bisa cegah anak dari risiko perawakan pendek
Keragaman jenis MPASI pada anak usia 6 hingga 23 bulan baru mencapai 59,3%.

Koresponden: Makkah Yumna Ning Prisieh
Editor: Risbani Fardanieh
Hak Cipta © JurnalPagi 2024