BIAYA PARKIR CAPAI 1,4 JUTA, SEORANG MAHASISWA BAYAR DENGAN 11.000 KOIN

Koin-untuk-membayar-parkir-370x252Parkir sekarang memang harus menurut aturan dari pemerintah setempat atau pihak pemilik lahan. Peraturan tersebut biasanya mencakup dari lama parkir, arah parkir, maupun tarif itu sendiri. Pengaturan parkir memang diharapkan agar tidak menimbulkan kemacetan, namun sayang terkadang tarif yang di tetapkan tidak sesuai. Walaupun peraturan tersebut harus dituruti namun masih banyak para pengguna kendaraan kesal dengan semakin mahalnya biaya parkir itu sendiri, seperti yang dialami seorang mahasiswa di University of North Carolina, Amerika Serikat, dia sangat kesal dengan biaya parkir yang sangat mahal yaitu mencapai US$110 atau setara dengan Rp1,4 juta.

Namun kesalnya pemuda yang bernama Stephen Coyle itu tak lantas tak membayar biaya parkir tersebut hanya saja dia melakukan aksi protes yaitu dengan membayar biaya parkir menggunakan uang koin sebanyak 11.000 keping.

Seperti dilansir Metro.co.uk, Selasa (14/7/2015), penggunaan uang koin dalam pembayaran biaya parkir itu merupakan bentuk protes Coyle. Menurutnya biaya parkir di kampus itu terlalu mahal.

Ternyata mahalnya biaya parkir itu digunakan untuk membiayai sekolah-sekolah lain. Pihak kampus sendiri hanya mendapatkan bagian 201%.

Kesal akan kebijakan itu, Stephen Coyle pun mengumpulkan koin dengan cara menukarkan uang di beberapa bank.

Setelah terkumpul koin itu diserahkan kepada petugas kampus dengan menggunakan tiga keranjang. Dua petugas kampus pun membutuhkan waktu sekitar 3 jam 40 menit untuk mengitung koin-koin itu.

Stephen Coyle sendiri merupakan Wakil Presiden Klub Matematika di kampus itu.

“Saya telah meminta maaf ketika menyerahkan uang koin tersebut serta mengatakan itu sebagai bentuk protes saya,” ujar Coyle.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons