Bocah Playgroup Asal Kabupaten Lahat Demam Batu Akik

Demam batu akik terus melanda berbagai kalangan di sejumlah daerah, termasuk juga di Kabupaten Lahat. Bahkan tak cukup hanya mengoleksi satu saja, karena baru merasa puas bila memiliki berbagai jenis untuk dipakai. Uniknya lagi tak hanya orang dewasa, anak-anak bahkan hingga yang masih duduk di playgroup pun dibuat terpikat.

Di sejumlah penjuru Kota Lahat terdapat banyak tempat, yang menjual atau menawarkan batu akik. Mulai dari toko di pusat kota, hingga pedagang kaki lima. Ada yang sudah selesai diolah, hingga bisa langsung dipakai pembelinya. Namun ada juga masih berupa bongkahan batu yang harus dibuat terlebih dahulu serta diberi wadah cincin.

Uniknya peminatnya pun berasal dari semua kalangan, mulai dari orang dewasa hingga anak kecil. Bahkan bocah yang masih duduk di playgroup pun dibuat keranjingan, dan ingin memiliki dan mengoleksi cincin.

Seperti yang dilakukan Tomi (4) yang datang bersama ayahnya di sebuah lapak pedagang batu akik di Jl Mayor Ruslan Kota Lahat, Senin (15/12/2014). Siswa playgroup yang ada di Kelurahan Gunung Gajah Kota Lahat ini terus merengek untuk langsung dibelikan batu cicin. Bersama sang ayah ia bahkan sudah mendatangi beberapa toko di pusat kota, untuk mencari yang cocok di pakai. Termasuk juga lapak pedagang kaki lima, namun meski sudah berkeliling tetap saja belum menemukan yang pas.

Penyebabnya tak lain lingkar jari tangan Tomi, ukurannya sangat kecil sehingga tidak ada yang cocok, karena lingkar cicin yang dijajakan semua terlalu besar. Karena masih terus merengek sang pedagang kemudian mencobakan beberapa koleksi di etalasenya, untuk memuaskan hati bocah tersebut sehingga ia bisa paham, bila semua terlalu besar untuk di pakai.

Nata (41), orangtuanya mengaku cukup terkejut ketika sang anak meminta dibelikan batu akik. Sebab usianya yang relatif masih kecil, sudah tahu dan mengenai batu yang sedang digandrungi masyarakat. Rupanya beberapa teman sekolahnya sudah ada yang lebih dulu memakai, hingga anakanya juga minta dibelikan sesegera mungkin.

“Sudah keliling dari tadi, tidak ada yang pas karena jarinya terlalu kecil,” ujar warga Gunung Gajah Kota Lahat tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons