BONGKAHAN ATAU BAHAN BACAN LEBIH DI BURU KARENA LEBIH MURAH

Bacan jenis batu akik yang masih belum kalah pamor walaupun sempat beberapa anggapan bahwa bacan sudah mulai redup dengan batu-batu akik lainnya. Batu bacan sempat dikatakan kalah saingan dengan abtu ijo ohen dari garut, namun nyatanya masih banyak orang yang beralih mengoleksi bahan melakukan transaksi jual beli batu yang berasal dari Halmahera ini.
Hingga saat ini batu bacan masih sangat terkenal dengan  keindahannya karena memiliki kandungan mineral Chrysocolla yang memberikan efek warna biru kehijauan. Bahkan keindahannya membuat batu Bacan terkenal hingga mancanegara untuk dijadikan koleksi.

Namun, karena mahalnya harga batu akik bacan yang sudah jadi atau sudah siap pakai, saat ini banyak peminat batu tersebt lebih mencari atau membeli bahan batu Bacan saja. Selain harganya jauh lebih murah, dengan membeli bahan batu dapat menghasilkan lebih banyak untuk membuat cincin.

Penjualan bahan atau bongkahan batu bacan sekarang memang sedang menyeruak, tak jarang banyak  orang-orang dari luar Halmahera berkunjung untuk membeli bongkahan bacan. Oleh karena itu sempat terjadi pembatasan penjualan batu bacan bagi pembeli dari luar Halmahera bahkan penjualan penuh pengawasan dari Pemda setempat. Hal ini didasari agar tidak mematikan para pengusaha lokal dan merugikan daerah karena tidak ada pemasukan untuk PAD.

“Masyarakat cenderung memilih bahan batu karena bisa dibuat lebih banyak cincin, jika membeli cincin Rp10 juta hanya dapat satu, jika membeli bahan batu bisa menghasilkan lebih banyak,” jelas Perajin Ngara Lamo, Susillo kepada Okezone di Jakarta.

Susillo mengaku, banyak pelanggannya yang beralih membeli bahan batu yang akan dijual kembali ke Jakarta. Dirinya mematok bahan untuk batu bacan di kisaran Rp5 juta hingga Rp25 juta.

“Hari ini penjualan batu Bacan mencapai Rp20 juta. Banyak yang lebih memilih membeli bahan batu bacan, mungkin untuk dijadikan batu yang akan di jual di Jakarta nantinya,” ujar dia.

Selain berjualan batu, dalam pameran batu tersebut juga memperkenalkan batu khas daerahnya yaitu batu Almahera Timur. Harga Bacan dan Almahera berbeda-beda bergantung dari kualitas batunya, untuk harga kisaran harga Rp1,5 juta sampai Rp10 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015