Batu bertulis kaligrafi Arab ramaikan pameran batu cincin di Aceh

Sepintas batu hitam sebesar telur puyuh ini terlihat biasa saja, tidak ada yang istimewa dari batu hitam legam ini. Bila pengunjung tidak jeli, bisa dipastikan akan melewatinya tanpa melirik sedikitpun.

Inilah batu Meteor berwarna hitam pekat ada ukiran kaligrafi pada batu tersebut. Batu ini merupakan satu-satu koleksi pemilik stand Mustika Giok Aceh yang sedang mengikuti pameran, dan kontes batu nasional yang diselenggarakan oleh Gabungan Pecinta Batu Alam (GaPBA) Aceh di Pasar Aceh, lantai III, Banda Aceh.

Namun banyak juga lirikan mata tertuju pada batu hitam pekat ini. Mulanya hanya ingin mengetahui batu hitam tersebut jenis apa. Karena memang semua pengunjung mulanya hanya bertanya beragam jenis batu yang dipamerkan.

Baru kemudian setelah pemilik stand menjelaskan di batu itu ada tulisan kaligrafi pengunjung jadi terkesima seketika. Sehingga tidak heran stand Mustika Giok Aceh dipadati pengunjung yang penasaran dengan jenis batu tersebut.

Batu akik meteor ini pun menjadi pusat perhatian pengunjung di pameran ini yang berada tepatnya di Jalan Diponogoro, Banda Aceh. Pemilik stand pun terlihat dengan sabar melayani setiap pengunjung yang datang ingin melihat batu tersebut.

Para pengelola stand tidak hanya memamerkan batu-batu alam Aceh baik akik maupun giok yang bernilai jutaan rupiah. Ada beragam jenis giok yang bisa dimiliki oleh pengunjung, tetapi dengan syarat harus membelinya.

Bagi para pecinta batu, akik hitam ini tidak asing lagi bagi mereka. Batu ini sering disebut batu meteor atau juga dikenal dengan nama satam. Tak banyak pecinta batu memiliki koleksian satam yang terbilang langka ini.

“Ini koleksi kami, jadi tidak kami jual, kecuali yang lain ini,” kata Teuku Nanad (25), sembari menunjukkan beragam jenis batu yang dijual di pameran tersebut.

Sekilas batu akik satam ini tidak tampak ada kaligrafi. Akan tetapi perhatikan baik-baik satam berbentuk kerang sebesar telur puyuh ini, dari kedua sisinya ada kaligrafi, namun tidak jelas tulisan kaligrafi tersebut.

“Ini bisa dilihat sisi kiri dan kanan terlihat, kalau sekilas biasa saja, tidak tampak,” tukasnya.

Menurutnya, inilah koleksi batu satam miliknya bertulis abjad atau aksara arab disebut batu lafad. Kaligrafinya ini tak hanya memiliki satu kata, tapi berbentuk kalimat tulisan kaligrafi bahasa Arab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons