BATU AKIK LAVENDER ASAL KALBAR BERMOTIF IKAN ARWANA

Batu akik jenis lavender tentu banyak orang yang telah mengenalnya warna keungu-unguan menjadi khas batu ini, namun berbeda dengan batu lavender asal Kalimantan Barat ini, batu jenis Lavenderr yang dimiliki Jayus pria berusia 38 tahun ini terdapat motif gambar ikan arwana super red tepat berada di dalam batu tersebut. Corak gambar yang unik itu juga terbentuk 3 dimensi jadi gambar ikan tersebu seolah-olah hidup karena memiliki sirip dan mata.

Warga Gang Sederhana Nomor 20, Jalan Parit Haji Husin Satu,Pontianak,Kalimantan Barat ini awalnya tidak percaya bahwa batu lavender miliknya tersebut terdapat motif ikan arwana tersebut. Jayus Agustuno menceritakan kepada detikcom saat ditemui di rumahnya, Rabu (18/3/2015). bahwa “Awalnya saya hanya dikasih sama teman berupa bongkahan batu. Bongkahan batu ini kemudian saya bawa ke tempat pengasah batu juga milik seorang teman, setelah diantar ke rumah pada malam hari, keesokan paginya saya tak menyangka salah satu batu ini bergambar ikan arwana 3 dimensi,” kata pemilik batu unik, Jayus Agustono,

Setelah mengetahui bahwa akik lavendernnya tersebut unik, dia pun langsung mengupload foto batu tersebut ke media-media sosial, terang saja banyak orang yang berkomentar dan juga langsung menawar batu tersebut namun harga tawarannya belum membuat Jayus rela untuk melepas batunya tersebut.

“Pernah ada yang menawar batu akik bergambar ikan arwana ini seharga Rp 24 juta, namun saya belum mau melepasnya. Entah kenapa, padahal batu ini saya peroleh tak sengaja,” ujarnya pria dengan kepala plontos ini.

Batu akiknya tersebut kini disimpan dan sering juga di pakainya sehari-hari sampai ada yang berani menawar dengan harga tinggi, baru dia rela melepasnya. Jayus mengatakan kisaran harga 40 juta yang dia rasa cocok untuk melepas batu tersebut.

“Kalau dari sisi nilai seni batu akik bergambar arwana ini, tentu harga selangit pun tak sebanding dengan nilainya. Namun jika ada yang menawar hingga Rp 40 juta, saya bersedia melepasnya,” selorohnya

Jayus sebenarnnya bukanlah seorang yang menyukai atau pencinta batu akik namun pelukis ini sering sekali dikasih orang bongkahan batu-batu akik dan akhirnya batu-batu tersebut di asahnya menjadi batu akik hingga terjangkitlah virus hoby batu cincin tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons