SEMINAR PERSI 2013

Hari ini saya mengikuti Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) ke 12 di Jakarta Convention Center. Seminar Nasional pada tahun ini sepertinya diliputi oleh banyak kebingungan mengenai SJSN dan BPJS yang diterapkan per 1 Januari 2014 nanti. Sekedar menyimpulkan beberapa hal kecil yang berhasil saya tangkap pada seminar hari pertama (6 Nopember 2013) ini adalah:IMG_20131106_142941

  1. BPJS menggunakan tarif dasar Ina CBG’s
  2. Tarif Ina CBG’s untuk seluruh rumah sakit adalah sama; tidak memandang kelas rumah sakitnya dan tidak melihat apakah itu rumah sakit pemerintah atau swasta
  3. Penagihan pembiayaan pasien adalah setiap 14 hari kerja rumah sakit (setengah bulan sekali)
  4. Tepat tanggal 31 Desember 2013 pukul 24.00 adalah terakhir pembiayaan Jamkesmas, dan sejak tanggal 1 Januari 2014 pukul 00.00 sudah memakai istilah BPJS
  5. Mengenai tunggakan Jamkesmas yang mencapai 1,8 trilyun akan segera dilunasi sebelum dimulainya BPJS (Supriyatno, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI)
  6. Jaminan Kesehatan Daerah akan bergabung dengan BPJS secepatnya (bertahap paling lambat dalam jangka waktu 3 tahun)
  7. Mengenai tarif, maka acuan tarif yang berlaku adalah tarif Ina CBG’s bukan tarif perda, Namun diharapkan tarif Ina CBG’s ini yang ‘dianggap’ masih dibawah tarif normal costnya bisa ditutupi dengan menagihkan sisanya ke pemerintah daerah melalui Jamkesda-nya. (wacana)
  8. Saat ini, pengelolaan dana yang diberikan oleh pemerintah kepada BPJS adalah sebanyak 500 Milyar rupiah.
  9. Tarif yang dikelola oleh BPJS ini bukan tarif yang ‘saklek’ karenanya masih akan ada monitoring dan kontrol tarif terutama juga masukan-masukan dari rumah sakit-rumah sakit lainnya.
  10. Syarat utama rumah sakit yang bisa ikut BPJS diantaranya harus sudah punya Surat Penetapan Kelas dan telah mempunyai Sertifikat Akreditasi.
  11. Masih ada ‘celah’ bagi rumah sakit swasta untuk bisa mencari sela keuntungan berdasarkan Perpres No 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan pasal 24; Peserta yang menginginkan kelas perawatan yang lebih tinggi dari pada haknya, dapat meningkatkan haknya dengan mengikuti asuransi kesehatan tambahan, atau membayar sendiri selisih antara biaya yang dijamin oleh BPJS Kesehatan dengan biaya yang harus dibayar akibat peningkatan kelas perawatan.

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*