jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 24, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus berupaya menjaga ruang digital tetap sehat dari penyebaran kecurangan, termasuk dalam kasus pemilu, melalui beberapa tahapan dari hulu hingga hilir.

Berbicara pada Konferensi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (KISIP) 2024 dengan tema “Melindungi Demokrasi: Respon Beragam”, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nizar Patria mengatakan, “Hal ini bertujuan untuk menjamin penyebaran informasi faktual sekaligus membendung arus informasi yang faktual. adalah penipuan.” terhadap misinformasi pemilu” di Jakarta, Rabu.

Di tingkat hulu, Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah meningkatkan literasi digital masyarakat melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). Kemudian pada tingkat menengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan upaya pencegahan penyebaran hoaks melalui pengecekan fakta, seperti melakukan moderasi konten dan penghapusan konten palsu yang bersinergi dengan platform digital.

Wamenkominfo: Klarifikasi Fakta Penting untuk Menangkal Informasi Palsu.

Sementara di tingkat hilir, Kementerian Komunikasi dan Informatika berperan aktif dalam mendukung penegakan hukum oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan menyediakan data dan informasi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Nizar Patria menyampaikan bahwa meningkatnya penggunaan teknologi informasi telah menjadikan disrupsi informasi menjadi isu global. Laporan Reuters (2023) menunjukkan fakta bahwa 62% pengguna Internet pernah melihatnya Gangguan informasi Di media sosial atau media online.

Ia menambahkan: “Masalah ini menjadi semakin penting seiring dengan semakin dekatnya pemilu, khususnya di Indonesia, dimana 87 persen warganya percaya bahwa informasi palsu telah mempengaruhi situasi politik.”

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika juga mengidentifikasi adanya kecenderungan meningkatnya penyebaran isu kecurangan dalam pemilu nasional. Menurutnya, pada pemilu 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi 714 artikel palsu yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2019.

Dia berkata: “Selama setahun terakhir dari Januari 2023 hingga Januari 2024, 204 kasus pemilu palsu telah dilaporkan.

Wakil Menteri Nizar Patria menilai, masih ada kemungkinan peningkatan jumlah kasus kebohongan karena angka tersebut tidak menggambarkan secara komprehensif seluruh dinamika pemilu 2024 yang masih berlangsung.

Di akhir penjelasannya, Wakil Menteri Nezar Patria mengatakan: “Meskipun statistik tahun ini tampaknya menunjukkan angka yang lebih rendah dibandingkan periode pemilu lalu, ada kemungkinan jumlah penipuan politik akan meningkat.”

Indonesia Targetkan Ciptakan 9 Juta Talenta Digital pada tahun 2030

Wamenkominfo, Nilai Kerjasama Jadi Kunci Penguatan Ekosistem Digital.

Wamenkominfo dorong generasi muda kuasai matematika dan bahasa Inggris

Koresponden: Ahmed Fishal Adnan

Hak Cipta © JurnalPagi 2024