jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Ahli Urologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Agus Rizal AH Hamid mengatakan, sangat penting untuk mendeteksi kanker prostat pada pria sedini mungkin agar bisa segera diobati.

Agus mengatakan dalam perbincangan online, Selasa, gejala kanker prostat pertama kali muncul melalui gangguan saluran kemih, menyebabkan sering buang air kecil, buang air kecil berbeda dari biasanya, serta gangguan tidur akibat sering terbangun untuk buang air kecil.

“Jadi menimbulkan keluhan yang berbeda-beda, seperti buang air kecil lambat, sering, atau urine berbeda-beda, merah, baunya berbeda dari biasanya. Jika Anda sedang tertidur dan ingin bangun untuk buang air kecil, gejala awal juga bisa terlihat. “Ini gejala yang sering terlihat,” ujarnya.

Ketahui tiga masalah prostat yang berisiko dialami pria

Guru Besar FKUI Jelaskan Peran Kecerdasan Buatan dalam Penanganan Penyakit Prostat

Agus menjelaskan, kanker prostat biasanya terjadi karena faktor usia, faktor keturunan sehingga risikonya dua kali lipat, kurang olahraga, dan pola hidup tidak sehat.

Skrining dianjurkan, terutama bagi pria berusia di atas 50 tahun, untuk memeriksa apakah ada dugaan kanker prostat. Pemeriksaannya dapat dilakukan dengan metode biopsi, pemeriksaan colok dubur, atau tes PSA (prostate-spesifik antigen), atau biopsi.

Cara paling mudah untuk melakukan tes PSA adalah melalui laboratorium darah. Pemeriksaan ini tidak memerlukan persiapan apa pun, misalnya puasa. Oleh karena itu dapat dilakukan segera setelah mengunjungi laboratorium. “Tes PSA bisa mendeteksinya lebih awal, pada tahap pertama,” ujarnya.

Pengobatan yang paling optimal adalah dengan menemukan kanker prostat sesegera mungkin melalui biopsi dan pembedahan pada tahap awal. Berbagai pengobatan lain seperti radioterapi atau terapi hormon, sesuai anjuran dokter, juga dapat dilakukan untuk membantu memperpanjang usia penderita kanker prostat.

Sedangkan kanker prostat merupakan suatu kondisi yang hanya bisa berkembang di kelenjar prostat pada pria. Pemeriksaan kelenjar ini sulit dilakukan karena letaknya di antara kandung kemih dan tempat keluarnya urin, serta fungsinya berkaitan dengan proses reproduksi, seperti pembentukan sperma saat ejakulasi.

Pria dianjurkan menjalani pemeriksaan kanker prostat pada usia 50 tahun

Ahli Onkologi: Ada kemajuan dalam pengobatan kanker prostat stadium lanjut

Koresponden: Pangeran Hanifah
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024