MENGESANKAN, TOKO BUKU DI CHINA TIDAK ADA PENJAGA ATAU KASIR

toko buku tanpa kasirMungkin untuk kantin jujur atau koperasi jujur telah diterapkan di Indonesia, dimana bagi pembeli diharapkan jujur untuk membayar makanan atau benda yang dibeli tanpa melalui penjual atau kasir, namun bagaimana jika ada toko buku yang prinsipnya sama seperti koperasi atau kantin tersebut di Indonesia?

Ya memang di Indonesia belum ditemukan toko buku seperti itu namun di negara China toko buku tanpa kasir atau penjaga sudah tersedia yang letaknya berada di Nanjing dengan penempatan rak dan buku di luar ruangan atau suasana outdoor. Setiap buku juga tidak diberi label harga. Setiap orang yang ingin membaca buku tersebut diperbolehkan untuk membayar berapapun yang mereka mampu ke dalam sebuah kotak kuning terkunci yang berfungsi sebagai kotak ‘kasir’

Toko buku ini dinamakan Honesty Bookstore. Tak hanya untuk menjual buku, toko ini juga merupakan eksperimen sosial untuk meningkatkan keawasan masyarakat terhadap pentingnya kejujuran dan integritas. Sejauh ini diketahui bahwa semua orang melakukan hal yang benar dan jujur ketika ‘membeli’ buku di toko ini.

Dengan tak adanya penjaga, tentu tak ada orang yang mengawasi dan tak akan ada yang menegur ketika seseorang ingin mencuri. Sejauh ini, menurut beberapa artikel berita di China, banyak orang yang membayar untuk buku yang mereka ambil di Honesty Bookstore. Dan sejauh ini uang yang terkumpul dalam kotak kuning tersebut cukup untuk buku-buku yang sudah dibeli.

Honesty Bookstore terletak di Jalan Xinjiekou, Nanjing. Buku ini memiliki 1.500 judul buku yang dijual termasuk novel, buku tentang gaya hidup, buku anak-anak, dan pengetahuan sosial. Dalam satu hari sekitar 300 buku berhasil terjual dan banyak orang yang membeli dengan harga yang tak jauh berbeda dengan harga sesungguhnya. Selama akhir pekan terjual 800 buku dan tak ada satu pun buku yang dicuri.

Hal ini tentunya sangat menggembirakan masyarakat China, mengingat proyek eksperimen semacam ini sebelumnya memiliki hasil yang buruk. Lalu, bagaimana jika eksperimen semacam ini dicoba di Indonesia ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015