SUMSEL SEGERA BANGUN PASAR BATU AKIK DI 5 TEMPAT SALAH SATUNYA PRABUMULIH

Sama seperti kota-kota lain yang begitu ramai dengan pasar-pasar penjual batu akik Palembang juga tak mau kalah, ya memang hal ini didasarkan karena tingginya animo masyarakat untuk bertransakasi jual beli batu akik. Seperit geliat usaha pertambangan dan kerajinan batu akik di Sumatera Selatan yang juga terbilang tinggi. Hanya saja saat ini baru terdapat satu sentra atau pasar jual beli batu akik yaitu tepatnya di Pasar Cinde Palembang, karena hanya memiliki satu sentra tentu masalah semerawut karena ramainya penjual dan pembeli. Oleh karena itu kedepannya pemerintah provinsi akan segera mengembangkannya hingga ke lima daerah lain. Permana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Selatan, menjelaskan dana sebesar Rp 25 miliar untuk pengembangan ini bersumber dari pemerintah pusat.

“Kami akan bangun dan revitalisasi pasar batu yang ada di daerah lainnya,” kata Permana, Sabtu, 4 April 2015. Pasar akan dibangun di Kota Prabumulih, Pangkalan Balai, Pagar Alam, dan Lubuk Linggau. Pemilihan kota-kota tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan pusat pertambangan dengan sentra pengrajin dan pemasaran batu akik. Ia mencontohkan, pasar di Kota Lubuk Linggau terletak tidak terlalu jauh dari Pertambangan Batu Akik Teratai Emas di Kabupaten Musi Rawas Utara.

Seperti kota Prabumulih yang minat pada batu akik juga terbilang besar apalagi secara stratgis kota Prabumulih terkenal dengan kota transit atau kota persinggahan sehingga wajar sekali kalau Kota Prabumulih juga bisa dibangun pasar batu akik.

Pelaksana tugas Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan pihaknya akan menata lebih baik lagi pasar batu akik di kotanya. Sebab, omzet penjual batu akik bisa ratusan sampai miliaran rupiah.

Sentra pengrajin dan pemasaran batu akik terbesar di Sumatera Selatan saat ini ada di Pasar Cinde Palembang. Di pasar tersebut sudah berdiri puluhan hingga ratusan tenda. “Kami akan tata karena ini bisa jadi sumber pendapatan daerah dan masyarakat,” ujar Harnojoyo.

Akibat semakin maraknya kegilaan pada batu akik, saban hari Pasar Cinde semakin ramai dan padat pengunjung. Alhasil, tempat tersebut diakui Harno terlihat semrawut dan memacetkan lalu lintas kendaraan. “Dengan penataan, pasar jadi rapi dan pengunjung makin banyak belanja.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015 Frontier Theme