RIDWAN KAMIL TEGASKAN BIAYA MEMBELI BATU AKIK BATURAJA DARI DANA HIBAH

Pertanyaan beribu pertanyaan jelas dan pantas kalau masyarakat menanyakan prihal biaya pembelian batu akik asal baturaja yang nanti akan di jadikan cinderamata untuk KAA ke 60 dibandung. Sebelumnya  Emil juga mendapat kritikan prihal memilih batu spritus sebagai cinderamata tersebut dari sang ahli geolog dan batu permata. Beliau menyayangkan mengapa Emil harus memilih batu asal baturaja dan tak menjadikan batu asal Jawa barat yang sebagai pilihan utama.

Namun lagi-lagi kritikan datang dari berbagai pihak termasuk masyarakat. Masyrakat mengatakan batu akik asal baturaja tentu memiliki harga yang cukup mahal dan dapat dipastikan Emil harus membutuh hampir seratusan batu akik tersebut kesimpulannya masyarakat beranggapan bahwa dana tersebut diambil dari APBN dan APBD. Namun Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjawab semua anggapan tersebut. Beliau mengungkapkan, cincin bermata batu mulia warna biru asal Baturaja, Sumatera Selatan, yang akan dijadikan cendera mata untuk para kepala negara peserta peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, 24 April 2015 mendatang, adalah sumbangan dari pengusaha.

Oleh karena itu, tidak ada uang sepeser pun yang dikeluarkan untuk cincin batu mulia tersebut. “Hibah, semua sumbangan,” kata Emil,¬† Senin (30/3/2015).

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Herlan Joeliawan menambahkan, pemberian batu mulia ini merupakan salah satu upaya promosi agar batu biru Baturaja lebih populer.

“Enggak pakai APBN dan APBD, ini salah satu sumbangan dari (pengusaha batu mulia) Baturaja. Mereka sangat concern dengan KAA ini. Itu sumbangan,” ucap Emil lagi.

Emil juga telah memikirkan bahwa masyarakat bandung khususnya perajin perak juga akan mendapat perolehan rezeki dari cinderamata ini. Sudah dipastikan bahwa emban atau pengikat batu akik tersebut terbuat dari bahan perak. Cincin akan dibuat dua ukuran, untuk laki-laki dan perempuan. “Kalau untuk laki-laki, nilainya Rp 1 juta-lah,” ungkap dia.

Diharapkan penjelasan ini dapat diterima dengan leluasa oleh masyarakat Bandung agar tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan atau anggapan dari masyarakat perihal pembiayaan cinderamata tersebut. Emil justru berharap bukan prihal batu akik saja yang dikenang para perwakilan dari setiap negara tersebut namun kenangan ketika berada di kota kembang tersebut juga terngiang dalam ingatan mereka, apalagi Emil nantinya akan menulis kata Bandung 2015 di cincin batu akik tersebut.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*