Batu Akik Bermotif Kulit Macan Ditawar Hingga Puluhan Juta

Demam batu akik hingga saat ini masih melanda di berbagai daerah di Indonesia terutama daerah – daerah yang memiliki potensi batu akik yang sangat tinggi sepeti di Banyuwangi. Di Daerah tersebut terdapat Batu Akik dengan motif kulit macan atau yang biasa disapa dengan Batu Akik Leopard, batu akik tersebut di tawar hingga Rp 30 juta karena keuinikan coraknya sangat mirip dengan macan yang bias kita jumpai di kebun binatang.

Hal tersebut dikatakan oleh M Chotib merupakan salah satu kolektor Batu Akik dari hasil pencarian dan pengasahaanya sendiri. Pria yang saat ini berusia 48 tahun ini mengaku bahwa dirinya telah mulai mengkoleksi batu akik sejak dirinya masih belum mempunyai istri.

“Ada yang ditawar sampai 30 juta. Semua batu ini saya temukan sendiri di wilayah Banyuwangi selatan. Selanjutnya, saya asah sendiri,” kata M Chotib

Chotib juga mengaku jika dia sering kali melakukan petualangan seperti keluar masuk hutan, perbukitan serta menyisir pinggiran pantai hanya untuk mencari sebuah batu akik yang memiliki corak yang unik dan indah di pandang mata. Dalam pencariannya tersebut Chotib mengaku bahwa dirinya banyak menemukan batu akik di wilayah Banyuwangi.

“Potensi batu akik di Banyuwangi cukup tinggi. Bukan hanya seperti motif Leopard atau macan seperti ini. Ada juga jenis Pyrite yang katanya hanya ada di dataran Afrika. Saya menemukannya di Banyuwangi,” katanya dengan menunjukkan bongkahan-bongkahan batu miliknya.

Namun Chotib juga menegaskan meskpun menjadi seorang pencari batu akik, dirinya juga masih tetap peduli dengan lingkungan sekitar. Sehingga tidak semua batu akik yang ditemukannya dibawa pulang olehnya.

“Saya juga masih memikirkan kalau dibawa semuanya lalu orang lain juga mengambil secara besar-besaran, kasihan lingkungannya,” katanya.

Berkat hobinya mengkoleksi batu akik tersebut Chotib telah banyak mengais rezeki. Seperti yang di ceritakannya bahwa beberapa waktu yang lalu dia sempat mendapatkan pesanan dari luar pulau, sehingga batu – batu tersebut akan dikirimnya.

“Terakhir saya kirim batu jenis Chalcedony ke Kalimantan seberat 6 kilo,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons