Bocah umur 8 tahun ketagihan rokok dan kopi

Sejak mulai bisa berjalan JJ kadang sering bermain ke mana saja. Lalu kecanduan merokok sejak dirinya berusia enam tahun. Sementara itu, sang ibu Nursari menyatakan tak memiliki biaya untuk penyembuhan JJ. Dirinya hanya berharap ada pihak yang bisa menyembuhkan anaknya itu agar hidup wajar seperti anak seusianya.

Kehidupan keluarga JJ sendiri jauh dari sejahtera. Sang ayah yang bekerja serabutan di Jakarta sudah empat bulan tidak pulang. Sementara sang ibu bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Mereka tinggal di rumah yang hanya berukuran 2×4 meter.
J merupakan warga Kampung Cikarangge, Parakantelu, RT 01 RW 10 Desa/Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi. “Sehari tiga bungkus rokok ia habiskan, kalau tidak diberi ia kerap mengamuk dan kabur dari rumahnya, tentunya hal ini perlu perhatian serius karena kebiasaan itu bisa merusak kesehatannya,” ungkap Didi Supardi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi di tempat tinggal JJ, Selasa malam (20/1/2014) via detik.com.

105653_bocahperokok

Sementara itu, ibunda JJ Nursari (35) mengaku sudah dibuat pusing dengan kelakuan putra ketiganya itu. Berbagai cara pernah ia lakukan termasuk membawa anaknya ke orang pintar, karena mengira kebiasaan buruk anaknya itu akibat “ketumpangan” leluhur.
“Pernah saya bawa ke orang pintar, sepulang dari sana bukannya sembuh kebiasaannya itu, malah minta lagi dibelikan rokok. Pernah saya tolak dianya ngamuk dan pergi dari rumah,” tutur Nursari.

Ketika sudah merokok, masih kata Nursari putranya itu kerap meminta dibuatkan kopi dan layaknya orang dewasa ia pergi ke teras rumah dan mengobrol dengan orang dewasa. “Kadang ditemani tetangga atau pamannya,” keluhnya seraya menyebut kebiasaan JJ ini sudah diketahui oleh guru dimana JJ bersekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons