KISAH RANI ANDRIANI, DIEKSEKUSI MATI KARENA NARKOTIKA

Kejaksaan Agung akan mengeksekusi mati enam terpidana mati kasus narkotika pada Minggu, 18 Januari. Eksekusi dilakukan di Nusa Kambangan dan Boyolali. Eksekusi mati dilakukan serentak, karena mempertimbangkan aspek psikologis.

Rani Andriani alias Melisa Aprilia adalah salah satu terpidana mati yang segera dieksekusi oleh Kejaksaan Agung adalah Warga Negara Indonesia (WNI).
Rani adalah wanita kelahiran Cianjur, Jawa Barat.

Rani Andriani mengatakan bahwa ia ingin dimakamkan di samping makam ibundanya di Cianjur, Jawa Barat, setelah menjalani eksekusi.

Bagaimana awal kisahnya?

Rani Andriani alias Melissa Aprilia merupakan terpidana kasus penyelundupan 3,5 kilogram heroin yang divonis mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 22 Agustus 2000. Dalam kasus tersebut, Rani Andriani yang asli Cianjur ikut jaringan peredaran narkotika yang dikendalikan sepupunya, Meirika Franola alias Ola, serta melibatkan seorang lurah di Cianjur, Deni Setia Marhawan yang juga sepupu Ola.

Akan tetapi, berbeda degan Rani, dua sepupunya yang lain dalam perkara yang sama, yakni penyelundupan 3,5 kg heroin dan 3 kg kokain dari Bandara Soekarno-Hatta menuju London, Inggeris, 12 Januari 2000, yaitu Meirika Pranola alias Ola dan  Deni Satria Maharwa.

Kedua sepupu Rani, justru dikabulkan grasinya dan pidana mati dirubah menjadi penjara seumur hidup. Namun permohonan grasi Ola dan Dani diputus di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebaliknya Rani, yang beralamat di Jalan Prof. M. Yamin, Gang Edy II, RT 003/03, Nomor 34 Cianjur, Jabar diputus oleh Presiden Jokowi. Hasilnya, ditolak dan eksekusi mati dilakukan.

Keterlibatan tiga saudara sepupu tak lepas dari peran suami Ola, yakni Tadjudin, warga negara Nigeria, yang tertembak mati dalam sebuah penangkapan oleh kepolisian.

Sementara grasi yang diajukan Rani Andriani ditolak oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keppres 27/G 2014.

Perempuan yang dilahirkan, 26 September 1975, di Cianjur, Jawa Barat  akan dieksekusi di hadapan regu tembak dari Kepolisian, di Kepulauan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (18/1).190804cRani

Updated: January 16, 2015 — 5:45 am

Comments

Add a Comment
  1. Selmamat jln rani smga tobat mu dlgi di penjara ditrima Allah SWT. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons