MOBIL LCGC AKAN DITINJAU ULANG

Kementerian Keuangan protes dengan kebijakan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC). Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan mobil LCGC ini masih mengkonsumsi bensin subsidi jenis premium walaupun spesifikasi mesinnya adalah untuk bensin RON 90 atau jenis pertamax. Padahal mobil ini sudah banyak mendapatkan banyak insentif pajak dari negara.
Menteri Keuangan Chatib Basri akhirnya mengirim surat kepada Menteri Perindustrian MS Hidayat untuk evaluasi dari program LCGC. Harus diketahui bahwa BBM non subsidi untuk LCGC adalah janji Kementerian Perindustrian sebagai pionir dalam program LCGC.
Pada prinsipnya mobil LCGC tidak diperbolehkan menggunakan bahan bakar jenis premium, bahkan adanya program mobil ini justru untuk menekan dan mengurangi penggunaan premium.
“Nah ini yang kita pertanyakan karena tidak sesuai dengan harapan kita punya industri mobil yang efisien yaitu mobilnya bagus dan tidak memberatkan negara. Artinya kita bisa saja membuat mobil murah tetapi memberatkan uang negara. Kita inginnya mobil murah yang tidak memberatkan negara,” tutur Wamenkeu lagi.
“Hanya punya komitmen tadi silakan buat mobil murah supaya industri kita tumbuh dan mobil Indonesia tetapi jangan memberatkan anggaran negara,” katanya lagi.
Updated: March 24, 2014 — 9:45 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

jurnalpagi.com © 2015
Show Buttons
Hide Buttons