MANUSIA DAN KEMAKMURAN

Simaklah apa yang tertera dalam Undang-Undang Dasar 1945 tadi, keduannya diambil dari pembukaan dan pasal 33 ayat 3, di sana dikatakan bahwa kesejahteraan umum dan kemakmuran rakyat adalah bagian dari tujuan penyelengaran sebuah negara Indonesia. Apakah maksud dari pernyataan ini? Mengapa kesejahteraan dan kemakmuran ini penting bagi banyak manusia di Indonesia? Apakah negara-negara lain juga memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya? Apakah pula peran ilmu ekonomi dalam menciptakan kemakmuran itu? Kegiatan-kegiatan apakah yang dilakukan oleh manusia untuk mewujudkan kemakmuran dalam hidupnya? Apa pula yang membuat manusia mau melakukan kegiatan-kegiatan itu?

manusia-dan-kemakmuran

Semua pertanyaan ini sangat penting bagi kita, baik untuk memahami ilmu ekonomi secara keseluruhan, juga untuk mengenal diri kita sendiri. Semua pertanyaan itu akan kita dapatkan di awal buku ini.

KEMAKMURAN

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, ada tiga arti kata makmur, yaitu:

  • Banyak hasil;
  • Banyak penduduk dan sejahtera;
  • Serba kecukupan tdak kekurangan;

Dari penjelasan di atas dapat kita lihat bahwa kata makmur itu berkaitan erat dengan keadaan di mana segala kebutuhan manusia itu telah tercukupi, kecukupan dalam diri manusia sudah tercapai. Kemakmuraan erat dengan makna cukup. Kecukupan yang dimaksudkan di sini tentu saja meliputi aspek material dan spiritual. Artinya, seorang manusia dikatakan telah makmur apabila ia telah merasa cukup, baik spritual maupun material, dengan jalan segenap kebutuhannya.

Sejak munculnya manusia dimuka bumi ini, keingginan untuk memenuhi segenap kebutuhannya ini telah jelas tampak. Para antropologi meyakini bahwa manusia pertama dimuka bumi ini ada sekitar 2 juta tahun yang lalu. Masa ini dinamakan Zaman Batu (The Age Stone) atau masa Paleolithic. Pada masa itu, manusia pertama memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara berburu. Mereka mengunakan berbagai peralatan sederhana seperti Kapak, alat pahat, tombak, dan yang terbuat dari batu, tanduk dan gading yang membantu kehidupannya. Mereka mengambil kulit binatang untuk dijadikan pakaian. Mereka juga menemukan api dengan jalan mengosok-gosokkan batu api dengan biji besi.

Pada akhir zaman ini, mereka memulai bercocok tanam. Mereka menciptakan cangkul, arit,dan alat-alat lainya untuk melaksanakan kegiatan ini. Penemuan cara bercocok tanam membuat mereka tidal perlu lagi hidup berpindah-pindah seperti yang selama ini mereka lakukan. Para petani pertama ini adalah manusia pertama yang menempati desa-desa yang merupakan asal muasal kota pertama. Kemudian, mereka memulai mencari sumber-sember lain yang dapat digunakan sebagai sumber bahan pakaian. Dari sinilah kemudian tercipta tekstil. Lalu mereka pun menciptakan alat pintal untuk menghasilkan benang dari kulit binatang dan serat tanaman. Benang ini lalu ditenun untuk dijadikan pakaian.

Masa selanjutnya yaitu sekitar 3500 tahun sebelum Masehi dikenal dengan nama masa Neolithic. Para antropologis berpendapat bahwa pada masa inilah mulai ditemukan logam. Pada masa ini manusia menciptakan berbagai peralatan untuk memudahkannya memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada masa ini manusia menemukan bahwa apabila mereka mengelola timah dan tembaga maka akan dihasilkan perunggu yang ternyat lebih kuat dan tahan lama. Pada akhir masa ini mulai ditemukan benda paling berharga bagi hidup mereka, bahkan hingga saat ini. Benda itu adalah roda, dan dengan roda, segala kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia jadi lebih mudah. Beban-beban berat dapat diangkat lebih cepat, dan mereka pun dapat bergerak lebih cepat untuk melakukan berbagai kegiatannya.

Sejarah mencatat bahwa kehidupan manusia terus bergulir dengan berbagai penemuan lainya, seperti sistem irigasi (3500-3100 SM, Mesopotamia), tulisan (3500 SM, Mesopotamia), pompa (200 SM), kertas (Tahun 2, Cina), porselin (618-907, Cina), kompas magnetis (960-1279), Cina), juga berbagai penemuan berharga lainnya yang membantu manusia melakukan semua usahanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kini, perhatikanlah kehidupaan manusia. Begitu banyak sekali penemuan yang berhasil dicapai manusia baik dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membuat hidupnya menjadi lebih makmur. Mobil, TV, pemutarĀ  dan lain sebagainya itu membuat kebutuhan manusia baik material maupun spiritual dapat dipenuhi dengan lebih baik dan lebih cepat. Pada intinya, manusia tidak pernah puas, ia akan melakukan berbagai cara untuk hidupnya dapat lebih makmur dan lebih makmur lagi.

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*