Warga Asari Bekasi menuntut penutupan usaha manufaktur ilegal

Kami menghimbau kepada Pemerintah Daerah Bekasi untuk bertindak tegas menutup usaha manufaktur ilegal yang merugikan lingkungan dan berdampak buruk bagi masyarakat.

KABUPATEN BEKASI (JurnalPagi) – Warga Perumahan Graha Asri Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat meminta pemerintah setempat menutup usaha manufaktur ilegal yang beroperasi di kawasan tersebut karena berdampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat setempat. .

Ketua RT 002/008 Perum Graha Asri Jatireja Domo di Cikarang, Selasa, mengatakan: “Kami mengimbau Pemerintah Kabupaten Bekasi bertindak tegas menutup usaha manufaktur ilegal yang merugikan lingkungan dan berdampak buruk bagi masyarakat.

Dikatakannya, warga sekitar telah melaporkan permasalahan ini ke Dinas Lingkungan Hidup Wilayah Bekasi karena diduga kuat usaha tersebut tidak memiliki dokumen izin usaha, termasuk di bidang pengelolaan limbah, sampah, dan sumber lain yang berdampak pada pencemaran lingkungan.

Katanya, “Laporan warga sudah disampaikan sejak 18 Oktober 2023.

Warga Komplek Perumahan Graha Asri Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, membantah keberadaan bengkel mesin ilegal di tengah perkampungan tersebut dengan memasang spanduk. (JurnalPagi/Pradita Kurniawan Syah).

Domo mengatakan, dari hasil pendataan, setidaknya terdapat 14 usaha manufaktur rumahan yang beroperasi mengolah bahan mentah menjadi barang jadi dengan menggunakan peralatan, mesin, dan tenaga kerja atau berproduksi secara berjajar di tengah pemukimannya.

Bahkan ada unit usaha yang membuka lebih dari satu kegiatan dengan mengubah satu kios menjadi satu unit Bengkel permesinan. Ia berkata: “Mereka bukan penduduk daerah kami, mereka hanya berbisnis di sini. Kios yang dibangun oleh pembangun sebagai kios telah berubah menjadi bengkel produksi.”

Sebelum diberitakan, warga sudah meminta pelaku usaha memperhatikan gangguan lingkungan tersebut. Namun permintaan tersebut tidak dihiraukan oleh pemilik usaha.

Bekasi Laksanakan Pelatihan Anti Korupsi di Sekolah Kedinasan

“Sampai saat ini mereka masih bekerja 24 jam sehari. Selain kebisingan, getaran mesin bubut dan mesin untuk mencap Warga pun mengeluh. Kemudian lalu lintas mobil terganggu dan saluran air juga tersumbat. “Tentunya saya sebagai ketua RT berkewajiban memfasilitasi apa yang dikeluhkan warga,” ujarnya.

Ia berharap, instansi terkait segera mendatangi lokasi untuk menindaklanjuti keluhan warga. Ia mengatakan, “Hasil komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup wilayah Bekasi, mereka menyatakan akan berangkat ke lokasi. Kami masih menunggu.”

Kepala Desa Jatire Suvandi mengakui, keluhan warga terhadap dampak kegiatan manufaktur ilegal tersebut difasilitasi melalui komunikasi antara aparat kecamatan dan pemilik usaha, namun mereka tidak menindaklanjuti permintaan warga.

“Jadi, tidak ada kesatuan dengan lingkungan hidup saja. Harus ada keadilan yang perlu dipahami ketika mendirikan usaha di tengah pemukiman karena bukan kawasan industri. Dari situlah saya mendapat keluhan. penduduknya pindah.”

Kapolsek Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Arnoko mengatakan, laporan warga tersebut akan ditindaklanjuti pada pekan ini dengan peninjauan lapangan di lokasi dimaksud.

Tujuan dari pemeriksaan lapangan adalah untuk mengukur tingkat kebisingan yang diakibatkan oleh kegiatan produksi, termasuk dampak pencemaran lingkungan lainnya yang diakibatkannya, serta untuk memeriksa izin usaha kegiatan tersebut.

Katanya: Besok kami akan berkunjung ke lapangan dan segera menginformasikan kepada pengusaha melalui surat tertulis agar ia dapat mencari tempat baru untuk usaha manufaktur dalam waktu 10 hari setelah menerima surat tersebut.

Arnoco meyakinkan, tindakan hukum akan diambil jika pengusaha tidak menanggapi teguran tertulis hingga batas waktu yang ditentukan.

“Dinas Lingkungan Hidup akan melakukan tindakan pemasangan Garis polisi di tempat usaha manufaktur sehingga mereka tidak dapat lagi beroperasi di sana.”

UI-ISF Temukan Sumber Air Bekasi-Lampung Terkontaminasi E.coli
Pemkab Bekasi Segel Usaha Peleburan Aluminium Pencemarkan Lingkungan

Koresponden: Pradita Kurniawan Sayah
Editor: Indra Gultom
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *