jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 22, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Wakil Menteri Kesehatan Prof. dokter. Dante Saksono Harbuwono, MD, SpPD-KEMD, berpendapat demam yang sebenarnya merupakan gejala demam berdarah dengue (DBD) sering disalahartikan sebagai demam biasa sehingga pasien terlambat dibawa ke rumah sakit.

“Yang tadinya disangka demam biasa, ternyata merupakan kasus demam berdarah,” kata Dante dalam video pidato pada acara “Peran Masyarakat dalam Melindungi Keluarga dari Ancaman Demam Berdarah Dengue/DBD” di Jakarta, Rabu.

Angka kematian akibat demam berdarah mencapai 1-50 hingga 122-50. Salah satu faktor penyebab kematian akibat demam berdarah adalah keterlambatan pengiriman pasien ke rumah sakit.

Ketahui Gejala Demam Berdarah Agar Tidak Semakin Parah

Merujuk data Kementerian Kesehatan, Dante mengatakan, situasi DBD di Indonesia menunjukkan jumlah penderita DBD pada tahun 2023 mencapai 98.071 kasus dengan jumlah kematian 764 orang, sedangkan pada tahun 2022 jumlah kasus DBD mencapai 143.176 orang, dengan jumlah kasus DBD di Indonesia mencapai 143.176 orang. Jumlah korban mencapai 1.236 orang.

Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya pengendalian DBD, dimulai dengan larvisida sekitar tahun 1980an. kabut (Fumigasi) dimulai pada tahun 1990an, kemudian program Jumantik pada tahun 2000an.

“Saya harap kami akan melakukan lebih banyak upaya Perkembangan (maju) dan lebih baik serta dini dalam upaya penanggulangan demam berdarah dengue di masa yang akan datang.”

Dr. dari Ikatan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Prof. dokter. dokter. dr Erni Juwita Nelwan, SpPD-KPTI mengatakan, demam pada demam berdarah bisa berlangsung beberapa hari kemudian sembuh sehingga pasien sering sembuh. Keadaan ini dapat menyebabkan keterlambatan pengobatan dan kemudian menimbulkan kasus yang serius.

“Yang harus kita curigai, ada yang tiba-tiba demam, jadi paginya masih olahraga, lalu sore tiba-tiba demam tinggi sekali, lalu sakit kepala luar biasa, lalu saat diperiksa,” Ernie berkata. : Hati yang membesar.

Anak-anak dianggap rentan terkena demam berdarah. Angka kematian akibat demam berdarah lebih tinggi pada kelompok umur 5 sampai 16 tahun.

Pada orang dewasa, kasus demam berdarah bisa menjadi serius akibat penyakit penyerta seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

Dokter RSCM Anjurkan Masyarakat Waspada Demam Berdarah Saat Musim Hujan

Kemenkes: Hasil Tes Wolbachia Efektif Tekan Demam Berdarah

Penderita DBD sebaiknya banyak minum air manis

Koresponden: Lia Vanadriani Santosa
Editor: Natisha Andarningtias
Hak Cipta © JurnalPagi 2024