jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Para peneliti telah mengidentifikasi waktu olahraga yang optimal untuk menurunkan kadar gula darah pada orang dewasa yang tidak banyak bergerak dan kelebihan berat badan.

Hasil penelitian terbaru dipublikasikan di jurnal kegemukan Hal ini menunjukkan bahwa olahraga malam efektif menurunkan kadar gula darah, terutama bagi penderita gangguan regulasi glukosa. Hubungan ini diamati pada pria dan wanita.

jonathan r. “Hasil kami menyoroti pentingnya resep olahraga yang cermat,” kata Ruiz, seorang spesialis olahraga. Penulis penelitian ini mengutip dalam siaran persnya Medis Harian Pada hari Selasa

Manfaat olahraga malam bagi penderita obesitas

Studi tentang hubungan waktu olahraga dengan efektivitasnya didasarkan pada data yang dikumpulkan dari uji coba terkontrol secara acak yang dilakukan di Spanyol, yang memperkirakan efektivitas dan kelayakan makan dengan batasan waktu pada jaringan adiposa visceral, komposisi tubuh, dan faktor risiko kardiometabolik pada kelebihan berat badan. individu. Tubuh orang dewasa

Uji coba ini melibatkan 186 peserta dengan usia rata-rata 46 tahun dan indeks massa tubuh 32,9 kg/m2.

Selama dua minggu, para peneliti memantau aktivitas fisik dan pola glukosa peserta menggunakan akselerometer triaksial yang dikenakan di pergelangan tangan nondominan dan perangkat pemantauan glukosa berkelanjutan.

Peserta dikelompokkan berdasarkan akumulasi aktivitas fisik sedang hingga berat setiap hari.

Peserta dengan lebih dari 50% aktivitas terjadi antara pukul 06:00 hingga siang hari diklasifikasikan sebagai tipe “pagi”.

Kelompok yang beroperasi terutama antara siang hingga pukul 18.00 disebut kelompok “sore” dan yang aktif dari pukul 18.00 hingga tengah malam disebut kelompok “malam”.

Sebaiknya jangan olahraga sampai larut malam sebelum tidur

Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi lebih dari 50% aktivitas fisik sedang hingga intens di malam hari dikaitkan dengan penurunan kadar glukosa darah siang, malam, dan keseluruhan.

Ketika bidang ini bergerak ke arah individualisasi resep olahraga untuk berbagai kondisi kronis, penelitian ini sekarang memberikan wawasan lebih jauh dari sekadar memberi tahu pasien untuk “lebih banyak bergerak”, namun untuk bergerak sebanyak mungkin dan kapan pun memungkinkan. Penelitian ini menawarkan untuk memprioritaskan aktivitas sore hingga malam hari . kata Renee J. Rogers, ilmuwan senior di Divisi Aktivitas Fisik dan Manajemen Berat Badan di University of Kansas Medical Center, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Dokter Anjurkan Periksa Fungsi Jantung dan Paru-Paru Sebelum Berolahraga
Olahraga malam hari tidak dianjurkan bagi penderita penyakit jantung

Penerjemah: Fitrah Asy’ari
Redaktur: Meriati
Hak Cipta © JurnalPagi 2024