jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 22, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Wakil Presiden Maarouf Amin (Wapers) berbicara mengenai pemberantasan Islamofobia dalam pertemuan dengan Syekh Agung Al-Azhar Mesir, Ahmad Muhammad Ahmed Al-Tayyab, di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu.

Deputi Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Informatika mengatakan: Kita membicarakan hal yang sangat penting dalam dua kasus, yang pertama adalah cara melawan Islamofobia yang gejalanya masih ada di tingkat internasional, ini adalah kasus pertama. itu dibahas. , Masduki Baidlowi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu.

Kunjungan Wapres ke Syekh Al-Azhar

Masdouki mengatakan Wapres dan Syekh Azam juga bercerita tentang pengalaman mereka selama di kedua negara. Dalam hal ini, Al-Azhar sebagai wakil Islam moderat di Mesir dan wakil presiden juga memiliki pengalaman sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdat Ulama (PBNU) dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Wapres banyak menjelaskan tentang pengalaman Islam Vastiya Maduki mengatakan hal itu sedang berkembang di Indonesia.

Dikatakannya, baik Wakil Presiden maupun Grand Sheikh sampai pada kesimpulan bahwa pemberantasan Islamofobia tidak boleh hanya dilakukan seperti dulu, yaitu antara satu lembaga dengan lembaga lain atau pertemuan internasional, namun banyak kekuatan politik pemerintah di dalamnya. tidak ikut campur.

“Jadi menurut Syekh Azam al-Azhar, kalau bisa melibatkan kekuatan politik pemerintah dalam arti pejabat pemerintah, saya kira akan lebih baik lagi dan melibatkan lebih banyak negara yang berbeda,” kata Masdouki.

Keduanya sepakat mendukung gerakan Islam Vastiya atau moderat untuk menangkal bahaya ekstremisme atas nama Islam.

Sepakati apa yang harus dilakukan untuk gerakan Islam Vastiya Dia berkata: “Gerakan Islam moderat dari berbagai negara telah berubah menjadi gerakan yang lebih intensif.

Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam menyerukan solidaritas global untuk melawan Islamofobia

PBB Keluarkan Resolusi untuk Melawan Islamofobia di Dunia

Dalam hal ini, Indonesia dengan pengalamannya, Syekh Azam diharapkan bisa terus lebih intens di kancah internasional. Begitu pula dengan Al-Azhar, Mesir, dan beberapa negara di Timur Tengah yang juga akan melakukan hal serupa.

Jika Islamofobia bersifat eksternal, sedangkan jika Islam bersifat ekstrem, maka tidak menutup kemungkinan untuk menghancurkan pemahaman batin umat Islam dengan gerakan yang lebih intensif dibandingkan dengan gerakan pemahaman Islam. Vastiya atau Islam moderat di tingkat internasional.

Koresponden: Benardi Fardian Sayah
Redaktur: Endang Sukarelawati
Hak Cipta © JurnalPagi 2024