Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika membeberkan langkah-langkah penanganan WNI yang terkait sindikat perjudian online.

JAKARTA (JurnalPagi) – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nizar Patria membeberkan tindakan yang diambil dalam penanganan kasus warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat sindikat perjudian online di luar negeri.

Ia mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Reserse Kriminal Polri (BARSCRIM), untuk melacak pekerja yang dipekerjakan oleh sindikat perjudian online yang berbasis di negara seperti Kamboja dan Myanmar.

“Kami telah bekerja sama dengan banyak pihak, dan Barscream Poleri sedang melacak pekerja Indonesia yang direkrut oleh mafia judi online yang berbasis di Kamboja, Myanmar dan negara lainnya,” kata Nizar di Jakarta, Selasa.

Kementerian Komunikasi dan Informatika selidiki dugaan situs judi online yang terdaftar di PSE.

Kementerian Komunikasi dan Informatika tegaskan komitmennya untuk membasmi praktik perjudian online

Upaya lainnya adalah dengan berkomunikasi dengan pemerintah daerah di negara-negara tersebut. Namun, Nezar mengatakan ada sejumlah kendala seperti perbedaan peraturan perjudian antara Indonesia dan negara-negara tersebut.

Ia mengatakan bahwa perjudian online adalah ilegal di Indonesia, sedangkan perjudian online adalah praktik yang sah di negara tersebut. Meski demikian, pihaknya terus berupaya mengantisipasi dan mengatasi masalah tersebut sebaik mungkin.

“Jadi memang ada perbedaan regulasi. Tapi kami mencoba memprediksi jalannya. Kami sudah menghubungi pihak-pihak terkait untuk meredam apa yang namanya perjudian online ini, setidaknya tujuannya adalah pelecehan terus menerus terhadap program berbasis perjudian online. Kami tidak akan melakukannya. ” ” tutupnya.

Berdasarkan temuan pemerintah, saat ini pengembang perjudian online biasanya tidak berbasis di Indonesia, melainkan di negara tetangga seperti Kamboja dan Myanmar.

Menurut Nizar, dalam siaran persnya, Senin (1/4), para pelaku judi online dari luar negeri tengah menarik dan menjadikan warga negara Indonesia menjadi pengemudi judi online.

“Anak-anak Indonesia banyak yang berangkat ke Kamboja dan Myanmar dengan harapan bisa bekerja di perusahaan game, namun sesampainya di sana mereka diminta untuk membuat game online (judi online) dan jumlahnya ribuan. Nezar mengatakan, jelas mereka melakukan hal yang sama.

Perkuat Literasi Keuangan Digital Agar Terhindar dari Jebakan Judi Online

Kementerian Luar Negeri: Jumlah WNI yang Bekerja di Judi Online di Kamboja Meningkat Pesat.

Kementerian Kominfo Panggil X ke Indonesia Bahas Penanganan Judi Online

Koresponden: Fetor Rochman
Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *