Unand mengaktifkan Unit Pengelola Zakat untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar UKT

Untuk semester ini, sudah lebih dari 800 mahasiswa yang mendaftar atau ingin memanfaatkan bantuan pendidikan

Padang (JurnalPagi) – Universitas Andalus (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) mengaktifkan kembali Unit Pengelola Zakat Universitas untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Untuk semester ini sudah lebih dari 800 mahasiswa yang mendaftar atau ingin menerima bantuan biaya pendidikan,” kata Efa Yunandi, Rektor Universitas Unand di Padang, Jumat.

Kemudian, setelah diseleksi, universitas tertua di luar Pulau Jawa ini memilih 229 mahasiswa yang paling membutuhkan atau masuk dalam skala prioritas. Dalam waktu dekat, rektor universitas juga meminta Unit Pengelola Zakat menginformasikan kepada setiap fakultas.

“Tujuannya agar dosen atau tenaga pengajar secara sukarela menyumbangkan sebagian kecil pendapatannya untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar SPP,” ujarnya.

Mantan konsultan Bank Dunia mengatakan: “Pada dasarnya tidak ada kewajiban bagi guru untuk menitipkan sebagian uangnya kepada Unit Pengelola Zakat Anand.” Ini lebih merupakan permohonan untuk mengeluarkan zakat atau sedekah untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar UKT.

Unand tanggapi kekhawatiran kenaikan SPP pasca mendapat status PTNBH
Unand rekrut mahasiswa asing untuk menjadi duta di kancah global

“Ada yang mau satu persen atau Rp 10.000 sebulan karena kita tidak tahu kalau 10.000 rupee bisa mengubah nasib seseorang,” ujarnya.

Selain Unit Pengelola Zakat, Unand juga menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Biznas). Kerja sama ini diwujudkan dengan bantuan pendidikan kepada 45 siswa.

Unand juga mengaktifkan dana abadi (dana abadi) yang dibentuk dalam rangka memberikan bantuan pendidikan kepada siswa yang membutuhkan. Kemudian juga mencakup penganggaran bantuan sosial bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria berupa pengurangan UKT atau diskon melalui proses seleksi.

Terakhir, Unand juga menambah jumlah beasiswa yang diterima baik dari perusahaan, alumni maupun dermawan. Semua kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa yang mempunyai kendala dalam menyelesaikan studinya.

“Universitas Andalus tetap berkomitmen memberikan akses bagi mahasiswa kurang mampu,” ujarnya.

Terkait Kartu Indonesia Pintar Perguruan Tinggi (KIPK), Ifa menyampaikan pada tahun 2023 Unand telah memberikan 1.387 mahasiswa yang meliputi KIPK Rencana I sebanyak 770 orang, Rencana II sebanyak 540 orang, KIPK usulan komunitas mahasiswa sebanyak 43 orang serta persetujuan akademik. Dari Adik Papua dan 3T 33 siswa serta seorang saudara perempuan siswa penyandang cacat.

Rektor Unand: UKT Tak Perlu Diperdebatkan
167 Mahasiswa Unand Dapat Beasiswa dari Bank Mayapada

Koresponden: Mohammad Zulfiqar
Editor: Indra Gultom
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *