jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 24, 2024

Tempo Co, Jakarta – Top 3 berita tekno hari ini di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diawali dengan rilis prakiraan cuaca Senin 26 Desember 2022 dengan hujan, petir, gelombang tinggi dan banjir pantai (pencurian) sebagian Indonesia. akan ). Ibu kota provinsi yang diperkirakan mengalami badai petir pada Senin 26 Desember 2022 adalah Yogyakarta dan Surabaya. Ada kemungkinan hujan lebat di Semarang.

Kabar terpopuler selanjutnya tim peneliti Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) sedang mengembangkan aplikasi yang bisa mendeteksi gigi berlubang berdasarkan foto gigi. Riset tersebut dipimpin oleh Igi Ardiyanto bekerja sama dengan PT Ceria Inovasi Internasional.

Selain itu, Mohammad Ravi Doi Agostian, lulusan D3 Travel Business Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, sukses meluncurkan bisnis skin care. Bisnis ini ia geluti sejak 2018. Bisnis ini dimulai dengan kematian ayahnya. Saat itu dia berpikir dia harus mencari nafkah.

1. Prakiraan Cuaca BMKG: Badai Petir di Yogyakarta dan Surabaya, Siaga Bencana 10 Provinsi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan cuaca Senin, 26 Desember 2022, dengan sebagian wilayah Indonesia terdampak hujan, badai petir, gelombang tinggi, dan banjir pesisir.

Ibu kota provinsi yang diperkirakan mengalami badai petir pada Senin 26 Desember 2022 adalah Yogyakarta dan Surabaya. Ada kemungkinan hujan lebat di Semarang.

Hujan ringan diperkirakan terjadi di Serang, Jakarta Pusat, Bandung dan Kupang. Hujan ringan berpotensi terjadi di Denpasar, Bangkulu, Banjarmasin, Palangkaraya, Tarakan, Pangkal Pinang, Mataram, Jayapura, Manukwari, Mamojo, Makassar dan Medan.

BMKG memantau peredaran siklon di Samudera Hindia barat hingga Sumatera Barat, Laut China Selatan di utara Sabah, dan perairan timur Filipina yang membentuk zona konvergensi dari Samudera Hindia barat hingga Sumatera Barat. Juga dari Sabah hingga Kalimantan Timur dan dari Laut Sulawesi hingga perairan timur Filipina.

2. Mahasiswa UGM mengembangkan program deteksi gigi berlubang berdasarkan foto

Tim peneliti Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan aplikasi yang mampu mendeteksi gigi berlubang berdasarkan foto gigi. Riset tersebut dipimpin oleh Igi Ardiyanto bekerja sama dengan PT Ceria Inovasi Internasional.

Data riset kesehatan awal tahun 2018 menunjukkan bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia mengalami masalah gigi, dan hanya sekitar 7% anak di Indonesia yang bebas karies. Namun, baru sekitar 10% penduduk Indonesia yang memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan gigi.

Hal ini antara lain karena masyarakat tidak mengetahui masalah kesehatan gigi dan mulut. Dengan masalah itu, tim mengembangkan aplikasi. Menggunakan teknologi kecerdasan buatan, tim ini berhasil mengembangkan aplikasi digital bernama Clinico Dental Scanning.

Aplikasi digital yang masih dalam versi awal ini mampu mendeteksi gigi berlubang berdasarkan foto gigi. Foto-foto gigi dianalisis dengan kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh tim peneliti. Igi mengutip pejabat UGM yang mengatakan: “Kami sedang melakukan penelitian menggunakan teknologi computer vision dan machine learning, serta mengembangkan algoritma kecerdasan buatan yang dapat menganalisis citra gigi dan mendeteksi adanya gigi berlubang dari citra gigi. Seperti yang dilakukan oleh dokter gigi. ” Situs web pada hari Senin, 26 Desember 2022.

3. Ravie, mahasiswi UNS yang sukses berbisnis skin care dan menjadi content creator

Lulusan Diploma 3 Travel Business Universitas Seblas Mart (UNS) Surakarta, Mohammad Ravi Devi Augustian sukses menjalankan bisnis skin care. Bisnis ini ia geluti sejak 2018. Bisnis ini dimulai dengan kematian ayahnya. Saat itu, dia berpikir bahwa dia harus mencari nafkah.

“Ketika ayah saya meninggal, saya harus menghidupi diri sendiri. Kebetulan saya bertemu dengan partner yang cocok untuk berbisnis bersama. Saat itu banyak produk skin care yang viral tapi mahal, jadi saya pikir kalau jual kemasan kecil, banyak anak kuliah yang melakukannya. Anda bisa mencobanya.” Hal itu seperti dikutip laman resmi UNS pada Senin, 26 Desember 2022.

Ravi berada di tahun ketiga kuliahnya ketika dia mulai bekerja. Dia harus membagi waktunya dengan baik antara bisnis dan universitas. Situasi ini juga menuntut narator untuk melanjutkan pendidikan sambil bekerja. “Dulu bisa dibilang karena keadaan. Waktu itu ibu bilang kalau mau melanjutkan pendidikan harus cari uang sendiri.” Lihat 3 berita tekno teratas hari ini di Tempo.co.

Membaca:
Top 3 berita tekno hari ini: mahasiswa dan dosen UGM mengerjakan Satan Alas, cuaca

Selalu Memperbarui Dengarkan informasi terbaru berita terkini dan berita pilihan dari tempo.co Update di kanal telegram Tempo.ko. Klik https://t.me/tempodotcoupdate Bergabung. Anda membutuhkanInstalasi Pertama, program Telegram