jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 20, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Ahli Diet RS Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo dr. Nurul Ratna Mutu Manikam menjelaskan beberapa kondisi saat seseorang terdiagnosis obesitas dan tips pola makan yang benar, seperti mengontrol porsi dan rutin berolahraga.

Seseorang dikatakan kelebihan berat badan atau obesitas jika indeks massa tubuhnya di atas 25 kg/m2, kata Nurul Ratna dalam talkshow online di Jakarta, Senin.

Dokter lulusan Universitas Indonesia sebagai ahli gizi klinis ini menambahkan, “Indeks massa tubuh diukur dengan membagi berat badan dengan kuadrat tinggi badan.”

Kemenkes: Obesitas mengganggu tekanan darah dan menyebabkan penyakit jantung

Jika seseorang memiliki indeks massa tubuh di atas 25 kg/m2, Norwell menyarankan untuk segera menerapkan pola makan sehat. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit yang dapat disebabkan oleh obesitas, seperti serangan kardiovaskular, stroke, diabetes, dan lain-lain.

Norwell juga berbagi tips pola makan sehat untuk mengurangi massa lemak tubuh, namun tidak menghilangkan nutrisi penting tubuh.

“Yang paling aman adalah ini diet rendah kalori Dan Diet sangat rendah kaloriKatanya: “Artinya makanan itu diatur dari segi jumlah porsi dan cara pengolahannya.

Manfaat olahraga malam bagi penderita obesitas

Meski penurunan massa tubuh membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan diet lainnya, diet rendah kalori Ini lebih alami dan lebih aman dalam jangka panjang. Faktanya, diet jenis ini bisa dilakukan oleh hampir semua orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Oleh karena itu, pola makannya harus teratur, ada sarapan, makan siang, dan sore, lalu ini Makanan ringan, makanan ringan Sehingga di antara waktu makan kita TIDAK “Terlalu gila (makan terlalu banyak),” kata Norwell.

Lanjutnya, kita mengurangi jumlah beras, misalnya kita mengurangi beras hanya seperempat dari jumlah biasanya.

Sebelas Cara Mencegah Obesitas dan Menjaga Berat Badan

Selain mengatur porsi makan, pengolahan makanan juga penting untuk diet. Sebaiknya kurangi makanan yang mengandung santan, gorengan, dan makanan yang mengandung bahan tinggi lemak seperti keju dan krim.

Beliau bersabda: Oleh karena itu, makanan tanpa minyak, misalnya dipanggang atau sedikit minyak untuk menggoreng, diolah dengan cara dikukus, yang merupakan cara yang paling sehat dan alami.

Norwell juga menyarankan agar Anda selalu mengikuti diet rendah kalori ini secara konsisten agar massa tubuh bisa turun ke angka ideal dengan lebih cepat. menghindari hari curang Atau pada hari tertentu mengkonsumsi makanan apa saja untuk mempercepat penurunan massa tubuh.

Pekerja shift malam berisiko terkena diabetes dan obesitas

Selain menjaga pola makan, ia mengingatkan untuk rutin berolahraga dan tidak malas bergerak. Bagi penderita obesitas berat, sebaiknya melakukan olahraga yang tidak menggunakan beban tubuh, seperti bersepeda stasioner, berenang, dan berjalan di kolam air (khusus bagi penderita obesitas tanpa luka terbuka).

Setelah massa tubuh berkurang drastis, penderita obesitas bisa melakukan aktivitas olahraga lainnya. Misalnya treadmilljalan cepat atau olah raga alam lainnya Dampak tinggi.

Katanya: Sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia, jika ingin menurunkan berat badan sebaiknya berolahraga 200 hingga 300 menit seminggu, tapi setidaknya belajar dulu berolahraga 150 hingga 200 menit seminggu.

“Dengan penurunan hanya 15 sampai 20 persen, penyakit yang saya sebutkan tadi akan berkurang dengan sendirinya,” jelas dokter. Nurul Ratna Mutu Manikam.

Faktor Keturunan Pengaruhi Risiko Obesitas di Usia Paruh Baya

Koresponden: Winnie Shofa Salma
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024