jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 20, 2024

MOMSMONEY.ID – Berbeda dengan wanita yang cenderung fokus pada kulit wajah untuk menonjolkan kecantikan, pria akan merasa lebih tampan jika berpenampilan menarik atau berpenampilan bagus serta memiliki tubuh yang sehat dan bugar.

Meski demikian, bukan berarti memiliki wajah bersih dan mulus bukan dambaan pria Indonesia. Faktanya, 19,1% pria merasa tampan jika memiliki wajah bersih dan mulus tanpa bekas luka atau bekas jerawat.

Pria pun punya kekhawatiran tersendiri terhadap penampilannya. Hampir separuh pria di Indonesia saat ini merasa minder atau minder dengan kulit wajahnya.

Sekitar 42 persen pria merasa memiliki kulit kusam, sementara 37 persen merasa memiliki pori-pori besar. Namun berbeda dengan wanita, sebagian besar pria Indonesia merasa belum mengalami tanda-tanda penuaan.

Selain itu, 22,4% pria merasa tidak aman dengan rambutnya. Pasalnya 34,7% pria mengalami kerontokan rambut. Masalah lainnya adalah ketombe (34,4%) dan rambut kering (30,1%).

Faktanya, hampir semua atau 96,7% pria menganggap rambut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penampilan. Pria Indonesia juga gemar menggunakan kondisioner (34,3%) dan hair tonic (33,2%) sebagai pelengkap sampo untuk merawat rambutnya.

Tren kecantikan wanita dalam gaya ZAP

Temuan ZAP Beauty Index 2024 & MEN/O/LOGY juga menunjukkan banyak pria Indonesia yang rutin menggunakan skin care untuk merawat kulit wajahnya. Satu hal yang cukup mengejutkan, rupanya para pria sudah tidak asing lagi dengan Cleansing Balm sebagai salah satu alternatif pembersih wajah. Selain serum (26,4%) dan masker (25,7%), 6,9% pria Indonesia telah menggunakan Cleansing Balm sebagai produk perawatan kulit.

CEO Mark Plus Institute Yusanova Savitri menjelaskan, hasil survei MEN/O/LOGY Index 2024 membuktikan bahwa pria Indonesia sangat memperhatikan penampilan fisik, terutama kulit dan rambut. Banyak dari mereka telah dirawat di klinik. Hampir 50% pria Indonesia pernah berobat di klinik kecantikan.

“Laki-laki Gen X atau mereka yang lahir pada tahun 1965-1980 lebih banyak mengunjungi klinik kecantikan (72%) dibandingkan laki-laki Gen Z (63,6%).

Klinik kecantikan adalah salah satu pilihannya

Berbeda dengan pria, menurut survei, klinik kecantikan menjadi salah satu pilihan wanita untuk mencapai kecantikan yang diinginkan. Kini, perempuan Indonesia sudah mengunjungi klinik kecantikan sejak remaja, bahkan di usia 15 tahun. Kebanyakan wanita Indonesia menghabiskan lebih dari Rp500.000 untuk perawatan di klinik kecantikan.

Apakah generasi non-sandwich harus membayar orang tuanya?

Survei tersebut juga mencatat berbagai biaya yang dikeluarkan responden untuk mempercantik diri menggunakan produk kecantikan. Mayoritas atau 71,4% wanita Indonesia menghabiskan lebih dari Rp300.000 untuk produk perawatan kulit setiap bulannya.

Faktanya, 28,6% wanita menghabiskan lebih dari $500.000 per bulan untuk produk perawatan kulit. Biaya ini lebih besar dibandingkan biaya produk kosmetik. Hanya 39,9% wanita yang menghabiskan lebih dari Rs 300.000 untuk produk makeup setiap bulannya.

Lantas, produk apa saja yang dicari wanita Indonesia? 75,8 persen wanita mencari perawatan kulit dengan manfaat mencerahkan, lebih banyak dibandingkan wanita yang mencari manfaat melembabkan kulit (58,9 persen).

Kemudian, 53,8% perempuan Gen Z mengaku ingin menyembunyikan bekas jerawat, lebih tinggi dibandingkan Gen X (25,3%) dan Gen Y (48,8%). Tahun ini, 44,9% wanita Gen Z menginginkan produk perawatan kulit yang dapat memperlambat penuaan, naik dari 34,2% pada tahun lalu.

Survei tersebut juga menemukan bahwa 66,4 persen wanita mempertimbangkan kandungan produk perawatan kulit, sementara 42,8 persen mempertimbangkan reputasi merek atau kredibilitas saat membeli produk kecantikan. Label produk seperti “halal” dan “bebas kekejaman” juga dianggap penting oleh hampir 50 persen perempuan Indonesia. Faktanya, 89,4% wanita bersedia membayar lebih untuk produk dari merek ramah lingkungan.

Pentingnya perencanaan keuangan untuk mewujudkan keputusan keuangan

Lihat berita dan artikel lainnya di Google Berita