Tim SAR mencari 151 orang yang hilang pasca gempa Sianjur

Bandung (JURNAL PAGI) – Tim SAR gabungan, Rabu, melanjutkan pencarian 151 orang hilang pascagempa 5,6 SR yang melanda Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Senin sore (21/11).

Pada Rabu, 796 personel diberangkatkan ke 12 wilayah terdampak gempa di Cianjur untuk mencari warga yang hilang, mencatat kebutuhan bantuan, dan mendistribusikannya, menurut Kepala SAR Bandung Jomarill di Cianjur. Membantu.

Dia mengatakan: “Operasi pencarian dilakukan oleh dua tim, yaitu tim SAR potensial dan tim Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional atau Besaran.”

Menurut dia, tim SAR potensial dikerahkan ke 12 wilayah terdampak gempa untuk mengkaji kebutuhan dukungan pasukan pencarian dan pertolongan serta pencarian korban gempa yang belum ditemukan.

Dia mengatakan: Dalam hal menemukan tempat atau mencurigainya dengan bantuan pencarian dan penyelamatan, potensi pencarian dan penyelamatan harus menginformasikan koordinat pos gabungan SAR.

Sementara itu, lanjutnya, tim Besarnas fokus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan di desa Koganang, desa Rawa Sina di desa Nagrek, desa Salakawong di desa Sarampat dan di sekitar Warung Sate Cinta.

Dia mengatakan: Rencana evakuasi adalah membawa korban luka ke RSUD Sianjur menggunakan ambulans.

Ia mengatakan, petugas SAR juga akan mengirimkan barang bantuan kepada para pengungsi dengan menggunakan helikopter.

Dikatakannya, selain rencana pencarian, agenda khusus hari ini adalah rencana pemindahan perbekalan bagi para pengungsi di Desa Talaga Kecamatan Koganang dengan menggunakan helikopter BO-105 Basarnas.

Jamaril mengatakan, sejauh ini gempa yang terjadi di Sianjur tercatat menelan korban jiwa sebanyak 268 orang. Total, 122 jenazah korban gempa telah teridentifikasi. Masih ada 151 orang yang jenazahnya belum ditemukan.

Selain itu, gempa ini melukai 1.083 orang dan membuat 58.362 orang mengungsi di wilayah Sianjur. Gempa ini juga merusak rumah dan tempat umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.