jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 24, 2024

Doha (JurnalPagi) – Hasil laga Timnas Indonesia melawan Irak, Senin, tak sesuai ekspektasi dan kembali mengukuhkan keunggulan tim Singa Mesopotamia atas tim Garuda.

Kekalahan 1-3 melawan Irak pada laga pertama penyisihan grup Piala Asia 2023 tak sesuai ekspektasi Shin Tae-yong, pelatih kepala timnas, yang sempat mengincar hasil imbang beberapa hari sebelum laga. .

Sayangnya, gol tersebut tak tercapai meski kualitas performanya, menurut para pemain, meningkat dibandingkan laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak dua bulan lalu yang berakhir 5-1.

Kekalahan timnas dari Irak menimbulkan pertanyaan besar apakah skuad pelatih Korea Selatan itu mampu melaju ke babak 16 besar turnamen sepak bola empat tahunan tersebut.

Jumlah gol Irak tentu juga dikaitkan dengan kesalahan akibat indikasi offside gol kedua Osama Rashid.

Kejadian ini membuat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bereaksi keras. Usai pertandingan, mereka langsung melayangkan surat protesnya ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Melalui manajer tim Andrey Aravan, PSSI menyoroti keputusan wasit Tantashev Ilgiz yang menganulir gol Osama Rashid, meski sudah menggunakan tinjauan rekaman VAR.

Protes Timnas ke AFC Terkait Gol Irak yang Kontroversial

Formulir keberatan langsung ke Komisaris Ras Usai pertandingan, kata Andrey.

Meski surat protes tersebut tidak bisa mengubah hasil pertandingan, namun dengan sikap tegas timnas diharapkan tim pertandingan selanjutnya bisa bertindak tegas dan lebih hati-hati dalam mengambil keputusan.

Para pemain tidak menyesali hasil kecil ini. Mereka pun memetik hikmah dan evaluasi dari pertandingan pertama yang digelar di Stadion Ahmed Bin Ali Al Rayyan.

Gelandang timnas Marcelino Ferdinand mengatakan tak ada yang perlu disesali dari laga kemarin. Marcel yang mencetak satu-satunya gol untuk Indonesia merasa dirinya dan rekan-rekannya bermain maksimal.

Marcelino Jadi Pencetak Gol Muda Keempat Piala Asia Sejak Abad 21.

Nyatanya, keunggulan Irak belum terpecahkan oleh tim yang dikapteni Snavi Mangkulalam itu. Statistik menunjukkan penguasaan bola Irak mencapai 65,4%, sedangkan Indonesia hanya 34,6%.

Marcelino yang ditemuinya usai pertandingan mengatakan bahwa Irak bukanlah lawan yang mudah dikalahkan dan ia tampil sangat baik. Segala upaya dan antisipasi sudah dilakukan, namun lagi-lagi semuanya dipatahkan oleh tim lawan

Meski demikian, rasa bangga tetap membekas di benak para pemain karena bisa kembali mewakili Indonesia di AFC setelah terakhir kali tampil di AFC pada tahun 2007.

Berkaca pada laga pertama, Marcelino menyebut timnas langsung berbenah dan menjadikan hasil kemarin sebagai pembelajaran menghadapi Vietnam di laga kedua, Jumat.

Indonesia kalah dari Irak 3-1 pada laga pertama Asian Nations Cup 2023 di Qatar.

Berikutnya: Bersenang-senang dan percaya diri

Redaktur: Junidi Soswanto
Hak Cipta © JurnalPagi 2024