jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 24, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa rata-rata waktu yang dihabiskan menggunakan media on line Di Indonesia mencapai 9 jam sehari, namun laporan UNESCO menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia tidak mencapai 0,1%.

Aplikasi seluler intisari nonfiksi NexPage kemudian melakukan penelitiannya sendiri dan menautkannya dalam pernyataan hari Rabu dengan alasan berikut.

Menstimulasi tumbuhnya budaya baca melalui inovasi literasi

1. Kurangnya akses ke buku

Sementara orang-orang di kota memiliki akses ke perpustakaan dan buku, ini mungkin tidak berlaku untuk kota dan desa yang lebih terpencil.

Meskipun beberapa lokasi terpencil memiliki perpustakaan keliling, penawaran dan pilihan buku mereka seringkali perlu ditingkatkan.

2. Kurangnya keragaman konten dan judul yang menarik

Banyak buku bahasa sehari-hari mengadopsi nada yang lebih formal dan presentasi gaya kuliah, menjadikan membaca sebagai hobi yang sangat serius.

Banyak juga judul nonfiksi yang masuk dalam kategori “textbook”, sehingga dianggap berat, akademis, dan monoton. Kesan negatif ini disebabkan oleh minat membaca, terutama judul-judul nonfiksi.

Tujuan desa ini memiliki perpustakaan untuk mendorong minat baca warga desa

3. Mahalnya biaya penerjemahan buku asing

Meskipun variasi yang lebih besar ditemukan dalam judul asing, hanya sedikit yang nyaman dalam bahasa Inggris.

Buku terjemahan asing juga mahal dan hanya tersedia untuk kalangan tertentu, sehingga tidak diterima secara luas.

Berdasarkan tiga alasan tersebut, aplikasi mobile ringkasan buku nonfiksi NexPage diluncurkan di Indonesia dengan konten yang seluruhnya berbahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia menjadi bahasa pertama yang diperkenalkan oleh NexPage setelah bahasa Inggris, yang menunjukkan pentingnya dan pentingnya pasar Indonesia bagi startup baru ini.

Tujuan utamanya adalah memiliki beberapa opsi bahasa asli bagi pengguna untuk membaca buku dari seluruh dunia dalam bahasa pilihan mereka.

“The Big Bad Wolf” kembali setelah dua tahun absen

“NexPage percaya bahwa setiap orang harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan dan belajar tentang budaya lain tanpa hambatan bahasa atau hambatan distribusi,” kata Tan Zhi Rong, CEO NexPage.

NexPage menawarkan berbagai jenis konten yang menarik bagi berbagai segmen audiens. Ada lebih dari 20 kategori judul buku, termasuk manajemen bisnis, teknologi, keuangan, buku terlaris internasional, pengembangan pribadi, kesehatan dan kebugaran, pengasuhan anak, dan sains.

Nextage juga dilengkapi sejumlah fitur untuk menambah kenyamanan pengguna, seperti audiobook mode, day or night display, dan font display untuk kenyamanan mata saat membaca.

Premi berlangganan Nexpage di Indonesia saat ini juga dihargai Rp 35.000 untuk keanggotaan bulanan dan Rp 349.000 untuk keanggotaan tahunan. Tarif yang terjangkau memungkinkan penerimaan dan penerimaan yang lebih luas.

Pasar Buku Big Bad Wolf Digelar Online, Diskon Hingga 90%

Pasar buku “The Big Bad Wolf” kembali online

Berburu buku di Big Bad Wolf 2020, diskon hingga 80%.

Pemberita: Maria Rosari dei Putri
Diedit oleh: Aida Nurjahani