jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 25, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Ketua Pengurus Besar Persatuan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) Dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH mengatakan, terlalu banyak garam dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, bahkan berujung pada penyakit ginjal kronis (CKD).

Ditemui di Jakarta, Senin, dokter penyakit dalam, ginjal, dan konsultan tekanan darah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini mengatakan, pada dasarnya terlalu banyak garam dapat menyebabkan penyakit darah tinggi atau darah tinggi, sedangkan darah tinggi adalah penyebabnya. penyebab utama penyakit ini. Pemicu utama CKD

Pringgodigdo menjelaskan: Makan terlalu banyak garam dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, sehingga kandungan garam yang tinggi di pembuluh darah menyebabkan lebih banyak cairan diserap di pembuluh darah, tekanan darah meningkat, dan terjadi hipertensi, dan lama kelamaan berubah menjadi penyakit ginjal kronis. .

Penyakit Jantung Koroner dan Tekanan Darah Tinggi Jadi Faktor Risiko Gagal Jantung

Masyarakat umum, terutama penderita penyakit ginjal, disarankan untuk mengurangi asupan garam hariannya, dan dianjurkan jumlah natrium dalam garam tidak melebihi dua gram per hari, atau jumlah garam dalam makanan kurang dari lima gram per hari. .

Selain mengurangi asupan garam, olahraga tetap menjadi obat yang ampuh untuk semua masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal. Pringgudigdo menyarankan untuk rutin berolahraga.

Katanya: Tidak perlu olahraga berat, yang penting rutin melakukan aktivitas fisik, misalnya jalan kaki 10.000 langkah sehari.

Pringgodigdo mengatakan, penyakit ginjal perlu mendapat penanganan serius, mengingat penyakit ginjal merupakan salah satu gangguan kesehatan yang gejalanya seringkali tidak diketahui sebelum akhirnya mencapai stadium lanjut. Jumlah penderita tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal di usia muda juga meningkat.

Faktor risiko yang tidak terkontrol menjadi penyebab meningkatnya prevalensi tekanan darah tinggi

“Tidak, tidak ada (kelihatan gejala penyakit ginjal), salah satu gejalanya kalau kencingnya berbusa, tapi kalau sudah berbusa, itu sudah terlambat. Kalau belum parah biasanya tidak ada gejala, jadi perlu periksa rutin. , Pringgudigdo menambahkan.

Dengan mengendalikan perilaku berisiko tinggi seperti merokok, pola makan tidak sehat seperti kurang konsumsi sayur dan buah, serta konsumsi gula, garam dan lemak berlebihan, obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan dan stres, tekanan darah tinggi dapat dicegah. .dicegah

Berdasarkan data Survei Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018, pada penduduk usia 15 tahun ke atas, faktor risiko seperti proporsi masyarakat yang kurang mengonsumsi sayur dan buah ditemukan sebesar 95,5%, yaitu kekurangan. Aktivitas fisik 35,5%, rasio merokok 29,3%, rasio obesitas sentral 31%, dan rasio obesitas umum 21,8%. Data di atas menunjukkan peningkatan dibandingkan data Riskesdas tahun 2013.

Penyebab Gagal Ginjal Paling Umum dan Pengobatannya

Koresponden: Pamela Sakina
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024