Tampil gaya dengan seri Kimonia

Jakarta (JurnalPagi) –


Seri Kimonia merupakan hasil kolaborasi dua brand fesyen muslim, Buttoscarves dan Kami, yang memadukan keunikan masing-masing brand dan menuangkannya ke dalam produk yang berbeda.

CEO Button Scarf Linda Angra dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, mengatakan produk kolaborasi tersebut memadukan ciri khas masing-masing merek, yaitu efek lembut dari produk kami dan kesan bahagia dari syal kancing.

“Yang istimewanya, kita belum pernah berkolaborasi dalam smelter yang masih mempertahankan DNA masing-masing, yang belum pernah terjadi sebelumnya,” imbuhnya. “Karena ada yang mau beli versi kami, ada pula yang mau versi syal kancingnya, tapi dengan motif kolaborasi, itu saja,” kata Linda.

Warna Honey Hananto pada “Winter Game” Monica Joffrey di JFT 2024

Sedangkan produk kolaborasi keduanya berupa 12 buah selendang warna-warni bermotif bunga, pita, dan daun yang dijadikan tablo.

Koleksi syal ‘Kimonya Series’ karya Scarf x Kami dipamerkan di West Atrium, Mall Pondok Inda, Jakarta, Senin. (JurnalPagi/Pangeran Hanifah




Lalu jenis produk pakaiannya pun berbeda-beda, yakni dua atasan, satu tunik, dua gaun. Tersedia juga pilihan pakaian dewasa untuk pria dan anak-anak (laki-laki dan perempuan).

Produk pakaian dibuat dalam berbagai warna seperti pink, putih, coklat dan biru (pada beberapa produk). Setelah itu, ada tas jinjing, tas kain, dan tas belanja yang kini menjadi rebutan pembeli.

Linda menambahkan, tas carry dipilih sebagai jenis tas kolaborasi karena simpel dan mudah digunakan untuk segala kebutuhan.

Keunikan tas kolaborasi ini adalah adanya gantungan kunci yang dapat dilepas sehingga pengguna dapat menyesuaikannya sesuai keinginan. Gantungan kuncinya juga dapat dilepas sehingga pengguna dapat menyesuaikan tampilan tas sesuai suasana hati.

Brand fashion Ianara Rusli diluncurkan di JMFW 2024

Tas ini juga memiliki dua logo dengan logo merek di setiap sisinya sehingga memberikan tampilan yang unik dan unik.

“Jadi aku tinggal ikutin aja deh. Kali ini aku mau pasang gantungan kuncinya di sisi mana dan kalau di belakang misalnya nggak keliatan karena di sisi yang sama dan sama-sama punya logos,” kata Linda. “Jadi kami benar-benar memikirkan pelanggan kami, yang sebagian besar adalah ibu-ibu.

Sedangkan yang membedakan pakaian hasil kolaborasi ini, menurut pendiri kami, Istafiana Kandarini (Irene), adalah teknik “Cina” yang diterapkan pada salah satu pakaian hasil kolaborasi tersebut.

Selain itu, kolaborasi keduanya juga menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk keinginan untuk memiliki pakaian yang cocok untuk ibu menyusui agar tetap tampil gaya.

Dari segi model bajunya juga terlihat ada ciri khas yang melekat pada diri kami yaitu teknik lipit pada salah satu gaunnya (hasil kolaborasi) dan ini merupakan gaun tertua yang pernah kami produksi. “Setelah komunitas kita juga ada yang ingin tampil gaya dengan pakaian ramah, cocok untuk busana menjelang Ramadhan,” kata Irene.

Produk hasil kolaborasi tersebut dapat dilihat di showroom “Kimonya Series” di West Atrium, Mall Pondok Indah, Jakarta atau di toko-toko dan syal kancing yang tersedia.

Harga produk kolaborasi ini berkisar antara 395 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Ayo Diyeh dan Putri Zulhas bawakan serial ‘Rose and Beyond’ ke Indonesia

Koresponden: Pangeran Hanifah
Redaktur : Siti Zulikha
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *