Tak Hanya Kartika Putri, Dr. Richard Lee pernah menyebut nama Siaharini soal krim perawatan kulit palsu: Itu setan…

Hop.ID – Dr Richard Lee kerap mengedukasi pengguna perawatan kulit di media sosial YouTube miliknya tentang bahaya penggunaan merkuri dan hidrokuinon.

Saking agresifnya mengajarkan perawatan kulit, dr Richard Lee bahkan sempat adu mulut dengan artis Kartika Putri. Bahkan terlihat jelas hubungan mereka masih panas.

Selain artis Kartika Putri, Richard Lee juga menyebut selebriti Tanah Air, Syahrini, dalam video konten YouTube tentang perawatan kulit atau krim “palsu”.

Tes Psikologi: Pilih Salah Satu dari 6 Gambar Singa Ini, Kriteria Pasangan Hidup Anda Akan Ditentukan.

Dalam pembukaannya, Dr. Richard memberikan ulasan jujur ​​​​tentang 3 krim perawatan kulit yang “buruk”. Sebelum masuk ke review produk, dokter menekankan bahwa kata Jahanam tidak selalu bermuatan negatif, tapi bisa mengagungkan.

“Jangan berpikir tentang neraka yang negatif ini, oke? Duniaku bisa memberikan hasil yang baik, ‘wanita itu sangat keren’, ‘wanita itu sangat cantik’, ‘wanita itu sangat kaya Dikutip Hops.ID 8 Maret 2024 Dr. Richard berkata sambil tersenyum: “Neraka menunjukkan (makna) lebih dari yang lain.

Masuk ke CS Skincare untuk ulasan jujur ​​tentang krim perawatan kulit palsu. Produk ini dirilis secara online dan dijual di banyak toko online dengan harga yang relatif murah.

Glamising kembali merilis produk baru! Ini dia pelembab yang bisa digunakan di seluruh tubuh!

Menurut informasi yang diterima dan kemudian diucapkan oleh Dr. Richard Lee, CS adalah singkatan dari Cream Syahrini.

Nama black worm sebenarnya banyak beredar di pasaran. Namun dr Richard mengaku sama sekali tidak percaya perawatan kulit adalah milik istri Reno Barrack.

Saya melihat banyak krim yang menggunakan nama blackberry. Richard Lee berkata, “Dan saya yakin Blackness tidak bisa menjual 65.000 produk.”

Lirik We Don’t Stop Xikers dengan terjemahan bahasa Indonesia dan wallpaper

Blackworm ini ilegal karena tidak mendapat izin dari BPOM. Ditambah lagi, skincare ini mengandung 3,9% merkuri.

Yang jelas tidak ada BPOM. Kalau dilihat dari tampilannya, krim ini mengandung merkuri. “Kami memasukkannya ke laboratorium dan hasilnya adalah 3,9 persen merkuri,” pungkas Dr. Richard Lee.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *