Sistem tanam padi terapung di Waduk Elok Cakung


  • Senin, 25 Maret 2024 pukul 15.11 WIB

Petugas Unit Pengelolaan Sampah (UPS) Dinas Air Pelayanan Lingkungan memeriksa gelas plastik bekas tanam padi di atas air atau padi terapung di Waduk Alok, Kakong, Jakarta Timur, Senin (25/3/2024). Budidaya Padi Terapung IR, yang merupakan program percontohan pertanian perkotaan (Urban Agriculture) dari UPS Water Agency for Environmental Services, menggunakan 375 botol bekas dan styrofoam. JurnalPagi foto/Fakhri Hermansiah/Rova.


Petugas Unit Pengelolaan Sampah (UPS) Dinas Air Pelayanan Lingkungan memeriksa gelas plastik bekas tanam padi di atas air atau padi terapung di Waduk Alok, Kakong, Jakarta Timur, Senin (25/3/2024). Budidaya Padi Terapung IR, yang merupakan program percontohan pertanian perkotaan (Urban Agriculture) dari UPS Water Agency for Environmental Services, menggunakan 375 botol bekas dan styrofoam. JurnalPagi foto/Fakhri Hermansiah/Rova.


Petugas Unit Pengelolaan Sampah (UPS) Dinas Air Pelayanan Lingkungan memeriksa gelas plastik bekas tanam padi di atas air atau padi terapung di Waduk Alok, Kakong, Jakarta Timur, Senin (25/3/2024). Budidaya Padi Terapung IR, yang merupakan program percontohan pertanian perkotaan (Urban Agriculture) dari UPS Water Agency for Environmental Services, menggunakan 375 botol bekas dan styrofoam. JurnalPagi foto/Fakhri Hermansiah/Rova.


Warga meninjau budidaya padi terapung di Waduk Alok, Kakong, Jakarta Timur, Senin (25/3/2024). Budidaya padi terapung tipe IR yang merupakan program percontohan pertanian perkotaan (city farming) Unit Pengelolaan Sampah Organisasi Pengairan Badan Lingkungan Hidup ini menggunakan botol bekas dan busa sebanyak 375 buah. JurnalPagi foto/Fakhri Hermansiah/dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *