jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 16, 2024
Jakarta

Perencanaan kehamilan merupakan saat yang penuh kegembiraan bagi pasangan yang sedang menantikan kelahiran buah hati mereka. Namun, selama ini perawatan kulit juga harus diperhatikan lebih cermat.

Penting untuk memahami bahan perawatan kulit apa saja yang aman untuk ibu hamil, serta mengetahui bahan apa saja yang harus dihindari karena dapat membahayakan janin.

Sama seperti makanan dan minuman tertentu yang dilarang selama kehamilan, produk kecantikan tertentu juga dilarang. Pasalnya, beberapa bahan perawatan kulit berpotensi menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi ibu hamil, sementara bahan lainnya mungkin berisiko bagi bayi Anda dan sebaiknya dihindari sebisa mungkin.

Periklanan

Gulir untuk melanjutkan konten

Jadi apa kabar baiknya? Meskipun demikian, sebagian besar produk kecantikan aman digunakan selama kehamilan, dan ada banyak produk yang dapat membantu Anda tampil (dan merasa) yang terbaik.

5 bahan aman untuk perawatan kulit saat hamil

Berikut 5 bahan perawatan kulit yang aman digunakan selama kehamilan, serta bahan lain yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan.

1. Asam hialuronat

Asam hialuronat merupakan bahan perawatan kulit yang aman digunakan selama kehamilan. Bahan ini dikenal dengan kemampuannya dalam menyerap dan mempertahankan kelembapan kulit sehingga dapat membantu mengurangi garis-garis halus dan kerutan.

Selain itu, asam hialuronat juga terdapat secara alami di dalam tubuh manusia, terutama pada jaringan ikat dan kulit. Menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung asam hialuronat dapat membantu menjaga kelembapan kulit yang seringkali berubah selama kehamilan.

2. Ekstrak tumbuhan alami

Ekstrak tumbuhan alami seperti lidah buaya, teh hijau, dan kamomil merupakan pilihan yang aman digunakan selama kehamilan. Bahan alami tersebut memiliki sifat anti inflamasi dan antioksidan yang bermanfaat bagi kulit.

Misalnya saja lidah buaya yang memiliki efek menenangkan dan dapat membantu mengurangi peradangan kulit yang rentan iritasi selama kehamilan. Sedangkan teh hijau dan kamomil dapat membantu mengurangi kemerahan dan mengatasi masalah kulit seperti jerawat dan hiperpigmentasi.

3. Vitamin C

Vitamin C merupakan nutrisi penting untuk kesehatan kulit. Selama kehamilan, kulit mungkin mengalami perubahan seperti hiperpigmentasi dan peningkatan produksi melanin.

Dikutip dari Apa yang kamu tunggu?Menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung vitamin C dapat membantu mengurangi hiperpigmentasi dan meningkatkan produksi kolagen untuk menjaga elastisitas kulit.

Namun, penting untuk memilih produk dengan konsentrasi yang tepat dan menghindari produk yang mengandung bahan tambahan yang berpotensi membahayakan janin.

4. Minyak alami

Minyak alami seperti minyak zaitun, minyak almond, dan minyak argan merupakan pilihan yang baik untuk menjaga kelembapan kulit selama kehamilan.

Minyak ini kaya akan asam lemak esensial dan antioksidan yang dapat membantu menjaga kesehatan dan hidrasi kulit. Penggunaan minyak alami juga dapat membantu mengurangi kemungkinan timbulnya stretch mark selama kehamilan.

5. zat pengatur pH

Zat pengatur pH seperti niacinamide dan panthenol merupakan zat yang efektif dan aman digunakan pada kulit selama kehamilan. Keduanya memiliki sifat menenangkan dan dapat membantu mengurangi peradangan serta meningkatkan kelembapan kulit.

Niacinamide juga diketahui memiliki efek mencerahkan kulit dan mengurangi produksi minyak berlebih, sedangkan panthenol dapat membantu memperbaiki pelindung kulit yang rusak.

Bahan perawatan kulit yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan

Meski ada beberapa produk perawatan kulit yang aman digunakan saat hamil, namun ada juga beberapa yang sebaiknya dihindari karena dapat membahayakan janin. Beberapa zat yang sebaiknya dihindari selama kehamilan adalah:

1. Retinoid

Retinoid seperti retinol dan isotretinoin merupakan turunan vitamin A yang dapat meningkatkan risiko kelainan janin jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Retinoid topikal sebaiknya dihindari selama kehamilan, terutama pada trimester pertama.

2. Hidrokuinon

Hydroquinone merupakan bahan pemutih yang biasa digunakan dalam produk perawatan kulit untuk mengatasi hiperpigmentasi. Namun penggunaannya selama kehamilan dapat meningkatkan risiko efek samping pada janin. Sebaiknya hindari produk perawatan kulit yang mengandung hidrokuinon selama kehamilan.

3. Salisilat

Salisilat merupakan bahan yang sering digunakan dalam produk untuk mengatasi jerawat dan kondisi kulit lainnya. Namun penggunaannya selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi pada janin. Sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung salisilat selama kehamilan.

4. Merkurius

Merkuri merupakan zat beracun yang dapat merusak sistem saraf dan perkembangan janin. Hindari produk perawatan kulit yang mengandung merkuri, terutama yang diproduksi di luar negeri dan mungkin tidak diatur secara ketat oleh otoritas kesehatan.

5. Paraben

Paraben merupakan bahan pengawet yang biasa digunakan pada produk perawatan kulit dan kosmetik. Namun penggunaannya selama kehamilan dapat meningkatkan risiko efek hormonal yang berbahaya pada janin. Sebaiknya pilih produk perawatan kulit yang tidak mengandung paraben atau bahan pengawet lain yang berpotensi membahayakan janin.

Saat memilih produk perawatan kulit selama kehamilan, penting untuk selalu membaca label dengan cermat dan menghindari produk yang mengandung bahan berbahaya.

Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai produk mana yang aman digunakan selama kehamilan, konsultasikan dengan dokter atau ahli kecantikan Anda.

Dengan memilih produk perawatan kulit yang aman dan memperhatikan bahan-bahan yang sebaiknya dihindari, Anda dapat merawat kulit dengan aman dan menjamin kesehatan janin selama kehamilan.

Bergabunglah dengan komunitas HaiBunda Squad untuk para ibu yang ingin berbagi tentang parenting dan mendapatkan hadiah menarik. Klik untuk mendaftar Di Sini. Bebas!

(pribadi/pribadi)