Setelah menang melawan Suriah melalui adu penalti, Iran akan menghadapi Jepang di antara 8 tim teratas dunia

Jakarta (JurnalPagi) – Usai menang 5-3 melawan Suriah pada babak 16 besar Piala Asia AFC 2023 di Stadion Abdullah Bin Khalifa, timnas Iran pasti akan menghadapi Jepang di babak perempatfinal. ) malam WIB.

Kedua tim bermain imbang 1-1 dalam waktu 90 menit dan dua kali perpanjangan waktu. Iran memimpin lebih dulu melalui penalti Mehdi Tarimi sebelum respons Suriah dan tendangan penalti Omar Kharbin.

Dengan begitu, Iran berhak melaju ke babak perempat final.

Iran langsung menguasai bola dan berusaha memberikan tekanan ke pertahanan Suriah yang bermain disiplin.

Sayangnya pertahanan Suriah runtuh pada menit ke-32. Uso melakukan pelanggaran dengan mendorong Tarami yang mengejar bola di kotak penalti. Wasit pun mengumumkan penalti untuk Iran.

Taremi memimpin sebagai presenter dan mampu dengan mudah memeluk kiper dan mengubah skor menjadi 1-0.

Gol ini merupakan gol terakhir babak pertama. Iran 1-0 Suriah.

Di babak kedua, Suriah tampil semakin agresif. Namun, masih sulit menembus garis pertahanan Iran.

Bahkan, Iran nyaris mencetak gol melalui Sardar Azmoun pada menit ke-51. Ia menerima umpan tajam dari Azman, yang sepakannya bisa diblok kiper.

Pada menit ke-59, Suriah mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan lewat penalti yang diberikan wasit.

Tendangan penalti Omar Kharibin sukses menaklukkan kiper Iran hingga membuat skor menjadi 1-1.

Iran kemudian berusaha mencari gol kemenangan. Namun nyatanya, mereka seharusnya bisa kehilangan Mehdi Tarami pada menit ke-90. Ia melakukan pelanggaran terhadap lawannya yang berusaha melakukan serangan balik dan alhasil mendapat kartu kuning kedua.

Tidak ada gol yang tercipta di penghujung babak kedua. Pertandingan harus dilanjutkan hingga perpanjangan waktu.

Pada babak ini, Iran berusaha menguasai proses pertandingan. Mereka berusaha mempertahankan bola selama mungkin.

Sayangnya, mereka kesulitan memberikan kompensasi kepada pertahanan Suriah. Pada akhirnya, tidak ada gol yang tercipta di babak pertama.

Di babak kedua, Iran terus berusaha mendobrak lini pertahanan Suriah. Namun Suriah juga sesekali menyerang dan pada akhirnya tidak ada lagi gol yang tercipta di babak kedua perpanjangan waktu.

Pemenangnya harus ditentukan melalui adu penalti. Seluruh presenter Iran menjalankan tugasnya dengan sukses. Sementara pemimpin kedua Suriah, Fahad Yusuf, tak mampu mengalahkan Alireza Biranvand.

Redaktur: Hernavan Vahiodono
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *