Seorang siswa SMA di Minut diduga mengalami pelecehan seksual oleh sembilan orang

Pelecehan seksual tersebut terjadi antara November 2023 hingga Januari 2024.

Manado (JurnalPagi) –

Seorang siswi berusia 14 tahun yang bersekolah di Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Minahasa Utara (Minot), Sulawesi Utara, diduga pernah mengalami dan menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan sembilan orang.

Kasus kekerasan seksual terhadap anak diduga dilakukan oleh sembilan orang. Lima orang dewasa dan empat anak-anak, kata Asmara Dio SH, kuasa hukum korban didampingi Emmanuela GA Malonda SH, dan Senja Pratama Ngatmin, di Manado. , Rabu. .

Pelecehan seksual tersebut terjadi antara November 2023 hingga Januari 2024.

Korban diduga dibujuk pelaku dan dipaksa melakukan hubungan badan. Proses hukum saat ini sedang berjalan di Polres Minahasa Utara, kata Asmara.

Berdasarkan laporan Asmara, waktunya pada 27 November 2023 sekitar pukul 22.00 WITA, korban disetubuhi secara paksa oleh terduga pelaku berinisial AP di gedung SMP dengan cara menarik tangan korban.

Saat itu, pelaku dalam keadaan mabuk dan setelah berhubungan intim, ia mengancam korban agar tidak memberitahu ibunya.

Saat kejadian, korban juga sempat bertemu dengan teman sekolahnya (saksi anak).

Kemudian, sekitar bulan Desember 2023 sekitar pukul 22.00 Wita, korban dimaki oleh terduga pelaku berinisial AL di sebuah rumah kosong. Saat itu, korban juga sedang bersama teman sekolahnya. Awalnya korban tidak mau, namun temannya terus membujuknya untuk pergi ke rumah keluarga L.L.

Sekitar bulan Desember 2023, sekitar pukul 22.00 Wita, teman korban mengajak korban keluar bermain ke rumah tetangga. Namun ditengah perjalanan, korban ditinggalkan dan akhirnya korban dihubungi oleh pelaku anak pertama dan rupanya pernah berhubungan badan dengannya saat SMP.

Saat itu, korban tak kuasa melawan karena pelaku anak pertama mengancam akan merekamnya di ponsel, setelah itu korban ditinggal sendirian.

Sekitar bulan Desember 2023, sekitar pukul 22.00 WITA, temannya mengajak korban keluar dan mengantar korban ke SMP.

Di sanalah kedua anak tersangka kejahatan itu menyetubuhi korban dengan cara menarik tangannya.

Sekitar November 2023, sekitar pukul 22.00 WITA, korban diduga mengalami pelecehan seksual yang dilakukan terduga pelaku berinisial GG di SMA tersebut.

Korban mengalami beberapa kali peristiwa kekerasan seksual lanjutan yang dilakukan oleh beberapa terduga pelaku.

Pada tanggal 5 Januari 2024 sekitar pukul 22.00 WITA, korban kembali diajak keluar oleh temannya. Tersangka berinisial J.K diduga menyetubuhi korban di rumah kosong.

Saat itu, saksi anak berinisial G melihat korban dan J.K berada di dalam rumah kosong saat masuk ke dalam kamar. Anak G kemudian menceritakan kisah tersebut kepada kakak korban.

Pada 7 Januari 2024, korban menceritakan kepada ibunya mengenai dugaan kekerasan seksual yang dialaminya.

Pada 11 Januari 2024, orang tua korban mengadukan permasalahan tersebut kepada pemerintah desa, Minut PPPA, dan Minut Polsek, kata Asmara.

Pada 31 Januari 2024, korban dikonsultasikan ke psikolog PPPA Sulut yang menjelaskan, korban diduga mengalami kekerasan seksual (persetubuhan) yang dilakukan tujuh orang. Saat itu, korban masih mengakui tujuh kejahatannya. Korban tidak berdaya ketika pelaku melakukan dugaan pelecehan seksual, apalagi jika dilakukan berulang kali.

Koresponden: Karl Alexander Polakitan
Redaktur : Bodhisantoso Budiman
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *