jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 14, 2024

Jakarta (JurnalPagi) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima usulan pemberian bantuan stimulus bagi 26.998 hektar (ha) lahan petani yang gagal akibat bencana banjir tahun 2024.

“Total ada biaya bantuan lebih dari Rp 233,8 miliar yang diharapkan petani dari pemerintah, dalam hal ini BNPB,” kata Ketua BNPB Suharianto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

BNPB: Bantuan kepada petani yang gagal panen akibat banjir disalurkan melalui Himbara.

Ia mengatakan: Petani yang gagal panen akan mendapat bantuan tunai senilai 8 juta Rial per hektar lahan yang rusak.

Besaran bantuan per hektar didasarkan pada perhitungan biaya operasional yang dibutuhkan petani agar dapat melakukan penanaman kembali lahannya di Pulau Jawa dan Sumatera.

Diakuinya, hal itu merupakan perintah yang diberikan Presiden kepada BNPB untuk membantu petani yang gagal panen akibat banjir.

Dia berkata: Berdasarkan keputusan Majelis Umum Menteri, hibah ini juga akan dilanjutkan tahun ini.

Sebelumnya, ada beberapa petani di Jateng yang mengalami gagal panen akibat banjir dan mendapat dana stimulus senilai Rp8 juta per hektar.

Pemerintah Akan Bantu Petani Gagal Panen 8 Juta Rial per Hektare

Petani yang Gagal Panen Tanamannya Minta Bantuan Pemerintah

Setiap petani di Pekalongan, Grobogan, Jepara, Demak, Pati, Kudus, Brebes dan Kendal. Mereka menerima dana stimulus BNPB sebanyak tiga kali yakni 13 Desember 2023, 23 Januari 2024, dan 7 Februari 2024.

“Kenapa Jawa Tengah? “Karena di situlah sebagian besar lahan pertanian petani mengalami gagal panen,” ujarnya.

Meski dalam laporannya tidak disebutkan jumlah total yang disalurkan dan luas lahan petani yang rusak hingga mengakibatkan gagal panen, Suharyanto memastikan dana yang disalurkan sudah sesuai perhitungan, sehingga petani bisa mudah melakukan penanaman kembali.

Koresponden : M. Rizko Bima Elko Prastiv
Redaktur: Endang Sukarelawati
Hak Cipta © JurnalPagi 2024