Sebagian besar pengguna internet Indonesia terpapar iklan perjudian online

Jakarta (JurnalPagi) – Survei yang dilakukan Populix menunjukkan mayoritas (82 persen) pengguna internet di Indonesia terpapar iklan perjudian online, terutama melalui media sosial, dalam enam bulan terakhir.

“Iklan perjudian online berpengaruh nyata terhadap minat masyarakat untuk mengakses situs perjudian online setelah melihat iklan tersebut. Temuan ini menunjukkan perlunya tindakan bersama antara pemerintah dan elemen masyarakat untuk mengatasi kemungkinan konsekuensi sosial dari perjudian online dan menciptakan langkah-langkah yang dapat membatasi pembatasan yang ada, membatasi dampak iklan perjudian online,” kata Kepala Riset Sosial Populix Vivie Zabkie dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Jajak pendapat populix berjudul Memahami dampak paparan iklan perjudian online Memberikan gambaran mengenai paparan dan dampak iklan perjudian online terhadap pengguna Internet. Berdasarkan temuan tersebut, ditemukan bahwa 63% pengguna Internet yang terpapar iklan perjudian online menerima iklan serupa setiap kali mereka mengakses Internet.

Sekitar 84% dari mereka yang disurvei menilai iklan perjudian online sering dimasukkan dalam konten media sosial.

Menkominfo tegaskan kegigihan pemerintah dalam memberantas perjudian online

Langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika Temukan Kembali Konten Judi Online di X

Populix juga melihat dampak sebenarnya dari paparan iklan perjudian online, berdasarkan survei ini. Sekitar 41 persen responden menyatakan tertarik membuka situs judi online setelah terpapar iklan.

Dari mereka yang berminat membuka situs, 16 persen mengaku pernah mencoba judi online.

Survei Populix juga menemukan bahwa pengguna internet yang pernah mencoba perjudian online menggunakan dompet digital untuk transaksi dengan nilai rata-rata di bawah Rp 100.000. Temuan Populix ini sesuai dengan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa masyarakat dengan nilai kurang dari Rp 100.000 berjudi, sehingga dapat disimpulkan bahwa penjudi online merupakan kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

Responden survei mendukung pemberantasan perjudian online. Sekitar 74 persen responden setuju dan mendukung kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang membatasi akses situs judi online.

Dalam kurun waktu Juli hingga Desember 2023, Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir akses terhadap 810.785 konten terkait perjudian online.

Waspadai Iklan Judi Online Acara Najwa Shahab Bareng Rafi Ahmed.

OJK Minta Bank Kembangkan Sistem Profiling Perilaku Judi Online

Diedit oleh: Zita Mirina
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *