RUPST CIMB Niaga menyetujui pembagian dividen senilai Rp3,08 triliun.

Jakarta (JurnalPagi) – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) pada Rabu menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp3,08 triliun.bruto) atau sekitar 50% dari laba bersih tahun buku 2023.

“Kami berkomitmen untuk terus menciptakan nilai tambah maksimal bagi pemegang saham kami dengan fokus strategis pada pertumbuhan bisnis Menguntungkan (Pertumbuhan yang menguntungkan) dan stabil. “Ke depannya, kami akan terus memberikan solusi keuangan terbaik yang relevan untuk memenuhi kebutuhan nasabah kami yang beragam dan terus berkembang,” kata Presiden CIMB Niaga Lenny Darmwan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Sebagai informasi, laba bersih yang diperoleh CIMB Niaga pada tahun 2023 (Hanya bank) sebesar Rp 6,17 triliun. Menurut perseroan, dividen tunai tersebut akan dibayarkan paling lambat 30 hari kalender setelah keputusan RUPST efektif.

Sisa laba bersih tahun buku 2023 setelah dikurangi dividen tunai akan dicatat sebagai laba ditahan untuk membiayai kegiatan usaha perseroan.

Dalam agenda rapat umum biasa, selain perjanjian bagi hasil, disetujui pula pengangkatan kembali 3 orang anggota direksi dan 2 orang anggota direksi, serta pengangkatan 1 orang komisaris independen baru.

Francesca Ooi ditunjuk sebagai Direktur dan Chief Compliance Officer, serta Panji P. Jajangara dan Tejio May Tuen masing-masing ditunjuk sebagai Direktur CIMB Niaga.

Pada jajaran pengawas, RUPST menyetujui pengangkatan kembali Glen Mohd Surya Yusuf sebagai Wakil Komisaris (Independen) CIMB Niaga dan Dato Abdul Rahman Ahmad sebagai Komisaris CIMB Niaga.

Sedangkan Dodi Budi Waluyo diangkat menjadi Komisaris Independen menggantikan Geoffrey Kairupan yang telah menyelesaikan masa jabatannya.

CIMB Niaga membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp6,5 triliun selama tahun 2023, atau meningkat 28,4% dari tahun 2022, menurut laporan tahunan perseroan.

CIMB Niaga mempertahankan posisi permodalan dan likuiditas yang solid Rasio kecukupan modal (mobil) dan Rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) masing-masing 24,0% dan 89,3%.

Total aset konsolidasi tercatat sebesar Rp334,4 triliun per 31 Desember 2023 atau tumbuh 9,0% year-on-year. Total dana pihak ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp 235,9 triliun, atau tumbuh 3,8% year-on-year, year-on-year. Rekening giro dan tabungan (CASA) sebesar 63,9 persen.

Total kredit atau pembiayaan meningkat 8,5% year-on-year menjadi Rp 213,4 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan perdagangan. Perbankan korporasi 11,7 persen per tahun, UKM dengan pertumbuhan tahunan 9,5 persen, dan Perbankan konsumen yang telah tumbuh 6,9% setiap tahunnya.

rasio kredit tidak lancar (Pinjaman bermasalah bruto/NPL) berhasil diturunkan dari 2,8% pada Desember 2022 menjadi 2,0% pada Desember 2023.

Sementara itu, CIMB Niaga Syariah (UUS) juga mencatatkan kinerja positif di tahun 2023 dengan total pendanaan sebesar Rp55,2 triliun (naik 17,0% YoY) dan DPK sebesar Rp44,9 triliun (naik 13,7% YoY) per 33-Des-20.

CIMB Niaga Targetkan Bali Tingkatkan Atribusi Kredit Deposito-DPK
CIMB Niaga Tunggu Penurunan BI Rate untuk Dongkrak KPR
CIMB Niaga setujui rencana penerbitan saham baru

Koresponden : Rizka Kharonisa
Redaktur: Biqwanto Situmorang
Hak Cipta © JurnalPagi 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *