jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juli 24, 2024

JAKARTA (JurnalPagi) – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Kamis di tengah sinyal akan adanya penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI-Rate.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis mengatakan, “Penurunan suku bunga dapat berdampak pada penurunan bunga kredit sehingga berdampak pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan konsumsi masyarakat.”

Ada beberapa kriteria penurunan suku bunga, antara lain seberapa cepat rupee menguat, menjaga inflasi tetap terkendali, khususnya inflasi inti dan pangan, serta perkembangan dukungan, menurut Gubernur BI Perry Warjiv. Dalam pembiayaan perekonomian yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi global, sentimen pasar dipengaruhi oleh ketidakpastian kapan kebijakan suku bunga AS atau Federal Reserve Funds Rate (FFR) akan dipangkas.

Menurut FedWatch Tool, ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga di bulan Maret turun ke probabilitas 62,2 persen, dibandingkan dengan perkiraan sebesar 76,9 persen di sesi sebelumnya.

Di Asia, perekonomian Tiongkok tumbuh sedikit lebih rendah dari perkiraan pada kuartal keempat, hampir tidak melebihi perkiraan pemerintah sebesar 5 persen pada tahun 2023.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa pemulihan dari pandemi Covid-19 hanya memperoleh sedikit momentum selama setahun terakhir, dengan dampak yang moderat terhadap Tiongkok pada tahun 2024.

Pada akhir perdagangan Kamis, rupee menguat 19 poin atau 0,12% menjadi Rs 15.624 per dolar AS dari Rs 15.643 per dolar AS.

Nilai Tukar Dolar Antar Bank Jakarta (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat menjadi Rp15.630 per dolar AS pada Kamis ini dari posisi sebelumnya Rp15.639 per dolar AS.

BI: Nilai tukar Rupee lebih baik dibandingkan mata uang regional lainnya
Pengamat Perkirakan Rupee Stabil Terhadap Dolar AS

Koresponden : Marta Herlinavati Simanjuntak
Redaktur: Biqwanto Situmorang
Hak Cipta © JurnalPagi 2024