jurnalpagi.com

Berita Online Terlengkap Indonesia

Juni 14, 2024

Rupee tampaknya akan melemah hari ini sejalan dengan bias negatif pasar terhadap aset berisiko hari ini. Indeks saham Asia bergerak negatif

JAKARTA (JurnalPagi) – Nilai tukar rupiah antar bank mereda di Jakarta pada Rabu pagi karena pelaku pasar masih menunggu hasil pertemuan Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat (AS) pekan depan.

Rupee terdepresiasi sebesar 14 poin atau 0,09% pagi ini menjadi menetap di Rs 15.632 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rs 15.618 per dolar AS.

“Rupiah berpeluang melemah hari ini seiring sentimen negatif pasar terhadap aset berisiko hari ini. Indeks saham Asia bergerak negatif,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu.

Selain itu, lanjut Ariston, pelaku pasar juga nampaknya masih menunggu hasil pertemuan The Fed pekan depan.

Menurut Ariston, pelaku pasar mengkhawatirkan kemungkinan bank sentral AS akan terus mendukung kenaikan suku bunga yang tinggi.

Dolar Naik, Outlook Pertumbuhan Suram Menyakiti Sentimen

Data awal pekan ini menunjukkan bahwa aktivitas industri jasa AS secara tak terduga naik pada November, memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih dari perkiraan baru-baru ini.

Pelaku pasar saat ini mengharapkan kenaikan 50 basis poin oleh Federal Reserve minggu depan dan perkiraan suku bunga acuan lebih dari 5% pada Mei 2023.

Ariston mengatakan pagi ini, data neraca perdagangan China untuk November, di mana aktivitas ekspor dan impor diperkirakan melambat, turut memicu sentimen negatif di pasar.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi melemah hingga Rp15.650 per dolar AS hari ini, dengan kemungkinan menguat Rp15.580 per dolar.

Pada Selasa (12/6), rupee melemah 155 poin atau 1 persen diperdagangkan pada level 15.618 rupee per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 15.463 rupee per dolar AS.

Rupee turun 156 poin di tengah menguatnya data ekonomi AS

Koresponden: Citro Etomoco
Editor: Risbani Fardanieh